• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (556) Hukum (93) Internasional (191) Kampus (58) Lifestyle (16) Nasional (360) Politik (78)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    APDESI Bireuen Kecam Insiden Lebanon, Tewasnya Prajurit TNI Dinilai Pelanggaran HAM Serius

    30 Maret 2026, 17:12 WIB Last Updated 2026-03-30T10:12:48Z
    Kepala Bagian Hukum dan HAM APDESI Bireuen, Tgk Muliadi, SH.


    Elitnesia.id|Bireuen, — Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bireuen mengecam keras insiden serangan di Lebanon yang menewaskan seorang prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL).


    Kepala Bagian Hukum dan HAM APDESI Bireuen, Tgk Muliadi, SH, menegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang serius dan tidak dapat ditoleransi dalam kondisi apa pun.


    “Tewasnya prajurit TNI dalam misi perdamaian adalah pelanggaran HAM yang serius. Ini bukan hanya serangan terhadap individu, tetapi juga terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian dunia,” ujar Tgk Muliadi.


    Menurut dia, pasukan perdamaian PBB memiliki mandat internasional untuk menjaga stabilitas dan melindungi masyarakat sipil. Karena itu, segala bentuk kekerasan terhadap mereka merupakan pelanggaran hukum internasional yang harus ditindak tegas.


    Ia juga menekankan pentingnya respons nyata dari dunia internasional untuk mengusut pelaku dan memastikan keadilan ditegakkan.


    APDESI Bireuen mendesak agar dilakukan penyelidikan secara menyeluruh, transparan, dan independen guna mengungkap fakta serta pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.


    Selain itu, pemerintah Indonesia diminta segera melakukan evaluasi terhadap sistem keamanan prajurit TNI yang bertugas di wilayah konflik, termasuk mempertimbangkan langkah strategis demi menjamin keselamatan mereka.


    “Negara wajib hadir melindungi setiap prajurit yang menjalankan tugas. Keselamatan mereka adalah prioritas yang tidak bisa ditawar,” kata Tgk Muliadi.


    Sebelumnya, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri telah mengutuk insiden tersebut dan menyerukan investigasi menyeluruh. Perserikatan Bangsa-Bangsa juga menyampaikan duka cita serta mengingatkan semua pihak agar mematuhi hukum internasional dan menjamin keamanan pasukan perdamaian.


    APDESI Bireuen menilai tragedi ini harus menjadi peringatan bagi dunia internasional bahwa serangan terhadap pasukan perdamaian merupakan pelanggaran berat yang tidak boleh dibiarkan tanpa penegakan hukum.


    Redaksi : Ipul pedank laut 

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini