Elitnesia.id|Bireuen,— Pada Minggu, 8 Maret 2026 sekitar pukul 09.18 WIB, sebuah rumah warga di Dusun Teungoh, Gampong Calok, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, nyaris terbakar. Kebakaran diduga dipicu api dari pembakaran sampah yang kemudian menyambar sofa bekas di samping rumah.
Rumah tersebut diketahui milik Afrizal Sulaiman (45), seorang nelayan yang tinggal bersama istrinya, Karmila (32), serta dua anak mereka, Raja Munawar yang masih duduk di bangku SMP dan Andriansyah yang merupakan murid kelas IV sekolah dasar.
Peristiwa bermula ketika Karmila membakar sampah di bagian samping barat rumah. Tanpa disadari, api kemudian menyambar kursi atau sofa busa bekas yang sebelumnya terendam banjir dan diletakkan di dekat lokasi pembakaran. Api pun sempat membesar dan mengancam bangunan rumah.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera berupaya memadamkan api secara manual sambil meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.
Mendapat laporan dari masyarakat, petugas pemadam kebakaran Regu B dari Pos Induk Kota Bireuen langsung bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan tiga unit mobil pemadam.
Namun dalam perjalanan menuju lokasi kebakaran, salah satu mobil pemadam yang berada di posisi terdepan mengalami kecelakaan lalu lintas. Kendaraan yang dikemudikan Rudi Hartono (48), seorang PNS yang bertugas sebagai sopir mobil pemadam, bertabrakan dengan sebuah truk tronton Mitsubishi di depan SPBU Karieng, Gampong Karieng, Kecamatan Peudada.
Kecelakaan tersebut terjadi ketika truk tronton diduga hendak berbalik arah di kawasan SPBU Karieng. Akibat tabrakan itu, Rudi Hartono bersama dua anggota pemadam yang berada di dalam kendaraan mengalami cedera.
Dua petugas yang turut menjadi korban yakni Fauzannur (26), anggota pemadam dari Gampong Juli Tambo Tanjong, Kecamatan Juli, serta Dedi Sumardi (32), petugas pemadam dari Gampong Meunasah Cut, Kecamatan Peudada. Ketiga petugas tersebut kini sedang menjalani perawatan medis di RSUD dr. Fauziah Bireuen.
Meski salah satu unit mobil pemadam mengalami kecelakaan di perjalanan, upaya penanganan kebakaran tetap dilanjutkan oleh petugas lainnya. Satu unit mobil pemadam dari Pos Pembantu Simpang Mamplam kemudian dikerahkan ke lokasi untuk membantu proses penyiraman dan memastikan tidak ada sisa bara api yang dapat memicu kebakaran kembali.
Berkat kesigapan warga bersama petugas pemadam kebakaran, api akhirnya berhasil dikendalikan sehingga rumah milik Afrizal Sulaiman dapat diselamatkan dan tidak sampai mengalami kerusakan besar.
Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bireuen mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat membakar sampah di sekitar permukiman. Aktivitas tersebut dinilai berisiko tinggi memicu kebakaran, terutama jika dilakukan di dekat benda-benda yang mudah terbakar.
Redaksi : Ipul pedank laut


Tidak ada komentar:
Posting Komentar