Elitnesia.id|Bireuen , – Sehari setelah pengelolaan pungutan masuk di kawasan wisata Kampung Nelayan Kuala Raja menjadi sorotan karena tidak disertai bukti pembayaran, pengelola kini mulai memberlakukan karcis resmi bagi setiap pengunjung yang memasuki lokasi wisata tersebut.
Keuchik Gampong Kuala Raja, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen, Hendra, menunjukkan karcis resmi yang telah dicetak dan dibagikan kepada pengunjung melalui pesan WhatsApp kepada wartawan Elitnesia.id pada Minggu (7/6/2026) malam pukul 21.46 WIB.
Dalam pesan tersebut, Hendra menyampaikan bahwa karcis telah selesai dicetak dan langsung dibagikan kepada pengunjung yang datang ke kawasan wisata Kampung Nelayan Kuala Raja.
"Nyan lage lon pegah buno sihem ka lheh meucetak, buno aju lon bagi keu pengunjung, nyo na yg salah dicok le penjaga neu lapor bak lon dan nyo na pengunjung protes berarti bek geutameng karena meuhai that tiket. Mohon maaf," tulis Hendra.
Dalam bahasa Indonesia, pernyataan tersebut berarti, "Seperti yang saya sampaikan tadi, karcis sudah selesai dicetak dan langsung saya bagikan kepada pengunjung. Jika ada kesalahan yang dilakukan penjaga, silakan dilaporkan kepada saya. Jika ada pengunjung yang memprotes tarif yang berlaku, tidak perlu masuk apabila dianggap terlalu mahal. Mohon maaf."
Foto yang dikirimkan Hendra memperlihatkan karcis bertuliskan "Tiket Tanda Masuk Objek Wisata Desa Kuala Raja" yang telah dilengkapi stempel Karang Taruna Desa Kuala Raja, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen.
Dalam karcis tersebut tercantum tarif masuk sebesar Rp2.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp5.000 untuk kendaraan roda empat. Tiket itu juga memuat jam kunjungan mulai pukul 08.00 WIB hingga 18.15 WIB.
Selain itu, terdapat ketentuan bahwa apabila waktu kunjungan melebihi batas yang telah ditetapkan, portal kawasan wisata akan ditutup dan kembali dibuka setelah pelaksanaan salat Isya.
Sebelumnya, pengelolaan pungutan masuk Kampung Nelayan Kuala Raja menjadi perhatian publik setelah sejumlah pengunjung mengaku dikenakan biaya Rp5.000 untuk sepeda motor dan Rp10.000 untuk mobil tanpa menerima bukti pembayaran atau karcis resmi saat memasuki lokasi wisata.
Saat dikonfirmasi Elitnesia.id, Hendra menjelaskan bahwa karcis belum sempat dicetak karena aparatur gampong dan masyarakat sedang fokus melaksanakan penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Kala itu, Hendra menyatakan bahwa karcis dapat segera dibuat apabila memang diperlukan untuk mendukung tertib administrasi pengelolaan kawasan wisata.
Janji tersebut kini telah direalisasikan dengan diterbitkannya karcis resmi bagi setiap pengunjung yang memasuki kawasan wisata Kampung Nelayan Kuala Raja.
Sejumlah warga menilai langkah cepat yang dilakukan pengelola merupakan bentuk respons terhadap masukan masyarakat sekaligus upaya meningkatkan transparansi dalam pengelolaan destinasi wisata yang selama ini menjadi salah satu tujuan rekreasi favorit warga Bireuen dan sekitarnya.
Kampung Nelayan Kuala Raja sendiri dikenal sebagai destinasi wisata pesisir yang ramai dikunjungi masyarakat, terutama pada akhir pekan dan hari libur. Selain menawarkan panorama pantai, kawasan tersebut juga menjadi ruang rekreasi keluarga serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Redaksi : Ipul pedank laut

Tidak ada komentar:
Posting Komentar