Elitnesia.id|Bireuen ,– Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., menyerahkan secara simbolis bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) kepada Brigade Pangan di Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Peudada, Senin (20/7/2026). Pada kesempatan yang sama, Bupati juga mengukuhkan Asosiasi Ketahanan Pangan Peudada (AKPP) sebagai wadah kolaborasi para pelaku pertanian.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen Mulyadi, S.E., M.M., Camat Peudada Erry Seprinaldi, S.STP., S.Sos., M.Si., unsur Forkopimcam, penyuluh pertanian, serta kelompok tani penerima bantuan.
Dalam sambutannya, Camat Peudada Erry Seprinaldi menyampaikan bahwa kecamatannya memperoleh bantuan untuk dua Brigade Pangan. Ia menjelaskan, program pompanisasi yang telah berjalan masih menghadapi sejumlah kendala teknis sehingga belum mampu mengoptimalkan pengairan lahan pertanian.
Menurutnya, pembangunan Bendungan Irigasi Aneuk Gajah Rheut kini telah dimulai dan ditargetkan rampung pada akhir tahun. Ia juga berharap adanya dukungan pembiayaan, khususnya melalui akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), guna menunjang operasional Brigade Pangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen Mulyadi melaporkan bahwa bantuan Alsintan disalurkan kepada lima Brigade Pangan, yakni Brigade Gaptas Kecamatan Gandapura, Brigade Babuta Kecamatan Peusangan Selatan, Brigade Sigupai Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, serta Brigade Situ Bagendit dan Brigade Gamagura dari Kecamatan Peudada.
Setiap brigade menerima empat unit hand tractor, dua unit traktor pembajak sawah, satu unit traktor roda empat, satu unit drone penyemprot, serta combine harvester yang dialokasikan untuk tiga brigade karena keterbatasan anggaran pemerintah pusat. Nilai bantuan yang diterima masing-masing brigade mencapai sekitar Rp2,2 miliar.
Dalam arahannya, Bupati Mukhlis menegaskan bahwa penyerahan Alsintan merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.
"Bantuan ini merupakan aset negara yang harus dijaga, dimanfaatkan, dan dikelola secara optimal untuk meningkatkan produktivitas pertanian serta kesejahteraan petani," ujarnya.
Bupati juga mengapresiasi keberadaan Brigade Pangan yang dinilai mampu menjadi motor penggerak lahirnya petani milenial yang tangguh, inovatif, dan adaptif terhadap teknologi pertanian modern. Menurutnya, penerapan sistem pengelolaan berbasis wiralaba akan mendorong pemanfaatan Alsintan secara profesional, efisien, dan berkelanjutan.
Di akhir sambutannya, Mukhlis mengajak seluruh anggota Brigade Pangan menjaga serta memanfaatkan bantuan tersebut secara maksimal demi memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional. Ia juga menyambut baik terbentuknya Asosiasi Ketahanan Pangan Peudada sebagai wadah untuk meningkatkan kapasitas petani, memperluas akses teknologi, serta mendorong inovasi di sektor pertanian.
Sumber : Muhammad Idris (Amat Asah Parang)
Redaksi / editor : Ipul pedank laut

Tidak ada komentar:
Posting Komentar