• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (572) Hukum (93) Internasional (191) Kampus (58) Lifestyle (16) Nasional (360) Politik (84)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Pungutan Masuk Kampung Nelayan Kuala Raja Disorot

    07 Juni 2026, 13:45 WIB Last Updated 2026-06-07T06:45:58Z
    Petugas berjaga di pintu gerbang masuk kawasan wisata Kampung Nelayan Kuala Raja, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen, Minggu (7/6/2026). Kawasan ini menjadi sorotan setelah sejumlah pengunjung mempertanyakan tidak adanya karcis atau bukti pembayaran saat dikenakan biaya masuk. (Foto: Dok. Elitnesia.id)


    Elitnesia.id Bireuen,– Pungutan biaya masuk di kawasan wisata Kampung Nelayan Kuala Raja, Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen, menjadi sorotan setelah sejumlah pengunjung mengaku tidak menerima karcis atau bukti pembayaran saat memasuki lokasi tersebut, Minggu (7/6/2026).


    Berdasarkan informasi yang diperoleh Elitnesia.id, pengunjung dikenakan biaya masuk sebesar Rp5.000 untuk sepeda motor dan Rp10.000 untuk mobil. Namun, saat diminta menunjukkan bukti pembayaran, petugas di pintu masuk belum dapat memberikan karcis resmi kepada pengunjung.


    Menanggapi hal tersebut, Keuchik Gampong Kuala Raja, Hendra, membenarkan adanya pengutipan biaya masuk di kawasan wisata tersebut. Ia menjelaskan bahwa karcis belum sempat dicetak karena aparatur gampong dan masyarakat sedang disibukkan dengan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.


    "Untuk karcis memang belum sempat kami cetak karena beberapa hari terakhir kami sibuk dengan kegiatan kurban. Jika diperlukan, hari ini juga bisa kami buat karcisnya," ujar Hendra saat dikonfirmasi Elitnesia.id.

     

    Hendra menegaskan bahwa pengutipan biaya masuk bukanlah kebijakan baru. Menurutnya, praktik tersebut telah berlangsung jauh sebelum dirinya menjabat sebagai keuchik.


    "Aturan pengutipan itu sudah lama dilakukan, bahkan sebelum saya menjadi keuchik. Dulu pengutipannya dilakukan di tengah jalan. Setelah saya menjabat, saya meminta agar dilakukan di pintu gerbang supaya lebih tertib dan mudah diawasi," katanya.


    Ia juga membantah anggapan bahwa dana yang terkumpul digunakan untuk kepentingan pribadi. Menurut Hendra, seluruh dana hasil pengutipan dikelola secara terbuka untuk mendukung kebutuhan masyarakat gampong.


    "Uang yang terkumpul dikelola secara transparan untuk kebutuhan meunasah dan kegiatan pemuda di gampong. Jadi bukan untuk kepentingan pribadi," tegasnya.


     

    Lebih lanjut, Hendra mengungkapkan bahwa keberadaan Kampung Nelayan Kuala Raja sebagai lokasi wisata sempat menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. Bahkan, kata dia, ada sebagian warga yang mengusulkan agar kawasan tersebut ditutup.



    "Ada masyarakat yang meminta tempat wisata ini ditutup. Namun saya tetap mempertahankan agar tetap dibuka karena tempat ini memiliki manfaat bagi masyarakat dan dapat membantu perputaran ekonomi warga," ujarnya.


    Sementara itu, sejumlah pengunjung berharap pengelolaan kawasan wisata dapat dilakukan secara lebih transparan dengan menyediakan karcis resmi sebagai bukti pembayaran. Mereka menilai langkah tersebut penting untuk memberikan kepastian kepada pengunjung sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan destinasi wisata tersebut.


    Kampung Nelayan Kuala Raja dalam beberapa waktu terakhir menjadi salah satu destinasi yang ramai dikunjungi warga, terutama pada akhir pekan dan hari libur. Selain menawarkan panorama pesisir, kawasan tersebut juga menjadi tempat rekreasi keluarga dan aktivitas masyarakat setempat.


    Ke depan, Pemerintah Gampong Kuala Raja berjanji akan melengkapi administrasi pengelolaan kawasan wisata, termasuk penyediaan karcis resmi, agar pelayanan kepada pengunjung dapat berjalan lebih tertib, transparan, dan akuntabel.


    Redaksi : Ipul pedank laut 

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini