Elitnesia.id|Bireuen,— Pemerintah Kabupaten Bireuen mulai melakukan pembersihan dan pembenahan lahan persawahan terdampak bencana hidrometeorologi seluas 677 hektare yang masuk kategori rusak sedang.
Lahan tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, yakni Samalanga, Peusangan, Jangka, Kutablang, dan Gandapura.
Melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan, pemkab telah mengusulkan kegiatan rehabilitasi sejak 29 Februari 2026, menyusul kerusakan akibat banjir dan tanah longsor yang dipicu siklon Senyar.
Data yang diajukan mencatat total kerusakan lahan persawahan di Bireuen mencapai 4.764,94 hektare, terdiri dari 2.756,60 hektare rusak ringan, 685,27 hektare rusak sedang, dan 1.323,07 hektare rusak berat.
Dari luas lahan rusak sedang yang diusulkan, Kementerian Pertanian setelah proses verifikasi dan validasi menyetujui penanganan seluas 677 hektare.
Selanjutnya, dilakukan penyusunan survey investigation design (SID) antara Dinas Pertanian Aceh dan Universitas Malikussaleh sebagai dasar teknis pelaksanaan rehabilitasi. Setelah tahapan tersebut rampung, pekerjaan di lapangan mulai berjalan.
Kegiatan rehabilitasi meliputi pembersihan lahan serta pembenahan saluran air guna memulihkan fungsi irigasi.
Sementara itu, untuk lahan rusak ringan seluas 1.920 hektare yang telah diverifikasi, penanganannya akan dilakukan setelah penandatanganan kontrak SID selesai.
Adapun lahan kategori rusak berat masih dalam proses koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Bireuen dan pemerintah pusat, dan direncanakan akan ditangani pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi oleh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi.
Juru Bicara Muhajir Juli menyampaikan, upaya tersebut dilakukan untuk mempercepat pemulihan sektor pertanian agar aktivitas petani dapat kembali normal pascabencana.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar