Elitnesia.id|Bireuen – Kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG) membawa dampak nyata bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), khususnya sektor home industri pangan. Salah satunya dirasakan oleh UD. Raja Gizi, produsen tahu dan tempe yang berlokasi di Dusun Batee Timoh, Desa Cot Tarom Baroh, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen.
Pemilik usaha mengungkapkan bahwa sejak menjadi salah satu suplaier untuk SPPG MBG Lhok Awe Teungoh 3, permintaan produknya meningkat signifikan. Jika sebelumnya produksi berjalan normal untuk kebutuhan pasar lokal, kini pesanan datang secara rutin dalam jumlah besar.
“Alhamdulillah, sejak ada program MBG, penjualan kami meningkat pesat. Sekali pesan bisa sampai 16 papan tahu dan 200 potong tempe, bahkan dalam seminggu bisa sampai empat kali pemesanan,” ujarnya.
Dari pantauan di lokasi, aktivitas produksi terlihat semakin intens. Proses pembuatan tahu dilakukan secara tradisional namun higienis, mulai dari pengolahan kedelai, pencetakan, hingga pemotongan. Tahu-tahu yang sudah jadi kemudian disusun rapi di rak untuk proses pendinginan sebelum didistribusikan. Sementara tempe diproduksi dengan teknik fermentasi yang dijaga kualitasnya agar tetap segar dan layak konsumsi.
Sementara itu, ASLAP SPPG MBG Lhok Awe Teungoh 3, Chairul Miswar, menyampaikan bahwa keterlibatan UMKM lokal merupakan bagian penting dari keberhasilan program MBG.
“Program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi bagi penerima manfaat, tetapi juga dirancang untuk memberdayakan UMKM lokal. Kami berkomitmen melibatkan pelaku usaha seperti UD. Raja Gizi agar ekonomi masyarakat sekitar ikut tumbuh,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya terus memastikan kualitas bahan pangan yang disuplai tetap terjaga sesuai standar yang ditetapkan.
“Kami melakukan seleksi dan pendampingan terhadap suplaier, sehingga bahan makanan yang digunakan benar-benar higienis, berkualitas, dan layak konsumsi,” tambah Chairul.
Keberadaan UD. Raja Gizi yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) 2911220049562 ini menjadi contoh nyata bagaimana program pemerintah mampu menggerakkan ekonomi masyarakat di tingkat bawah. Tidak hanya meningkatkan omzet, tetapi juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar.
Diharapkan, kolaborasi antara program MBG dan pelaku UMKM seperti UD. Raja Gizi dapat terus berlanjut dan berkembang, sehingga semakin banyak usaha kecil yang tumbuh dan mandiri di Kabupaten Bireuen.
Dengan meningkatnya permintaan yang konsisten, pelaku usaha optimis dapat terus memperluas kapasitas produksi serta menjaga kualitas produk demi memenuhi kebutuhan pasar yang semakin besar.
Redaksi : Ipul pedank laut

Tidak ada komentar:
Posting Komentar