• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (572) Hukum (94) Internasional (191) Kampus (58) Lifestyle (16) Nasional (361) Politik (87)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Dari Mustahik Menuju Muzakki: IPNU dan Baitul Mal Kota Banda Aceh Rajut Sinergi untuk Pelajar dan Ekosistem Zakat

    11 Juni 2026, 14:22 WIB Last Updated 2026-06-11T07:22:37Z

     


    Elitnesia.id|Banda Aceh,- Juni 2026 — Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Banda Aceh menggelar audiensi dengan Baitul Mal Kota (BMK) Banda Aceh. Pertemuan ini menjadi ruang dialog antara generasi muda pelajar dan lembaga pengelola zakat resmi kota, untuk bersama-sama merawat harapan: bahwa zakat bukan sekadar angka di laporan keuangan, melainkan jalan keluar bagi anak-anak Banda Aceh yang selama ini berjuang sendirian menghadapi keterbatasan ekonomi.


    Dalam audiensi tersebut, IPNU memaparkan Policy Brief bertajuk "Optimalisasi Zakat Produktif untuk Pemberdayaan Ekonomi Pelajar dan Pemuda Kota Banda Aceh".


    IPNU menyampaikan lima rekomendasi yang lahir dari harapan para pelajar: pertama, program wirausaha muda berbasis zakat produktif bagi pelajar fi sabilillah yang ingin merintis usaha namun terkendala modal; kedua, pelatihan vokasi berbasis ZIS melalui sinergi BMK dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP); ketiga, pendataan mustahik pelajar dari keluarga miskin di tingkat gampong yang selama ini luput dari pendataan formal; keempat, forum konsultasi reguler BMK-IPNU dua kali setahun sebagai ruang evaluasi dan penyampaian aspirasi pelajar; dan kelima, kampanye literasi zakat di sekolah, pesantren, dan kampus agar kesadaran berzakat tumbuh sejak dini.


    Wacana Program Pembiayaan Bimbel: Membuka Jalan Pelajar Menuju Cita-Cita


    Ketua Dewan Komisioner Baitul Mal Kota Banda Aceh, Dr. Yusuf Qardhawi, SHI, M.H., menyampaikan wacana program pembiayaan bimbingan belajar (bimbel) bagi pelajar dari keluarga kurang mampu yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, ikatan dinas, TNI/Polri, maupun mempersiapkan diri mengikuti seleksi CPNS. Beliau menegaskan bahwa banyak pelajar berprestasi di Banda Aceh sebenarnya memiliki kemampuan dan semangat yang luar biasa, namun terkendala biaya bimbel yang tidak murah, sehingga mimpi mereka untuk menembus perguruan tinggi favorit, sekolah ikatan dinas, atau menjadi abdi negara harus terhenti di tengah jalan. Dengan adanya program ini, BMK berharap zakat dapat hadir bukan hanya sebagai bantuan sesaat, tetapi sebagai tangga yang mengantarkan pelajar dari mustahik menuju muzakki


    Cita-Cita Besar: Hari Ini Mustahik, Esok Menjadi Muzakki


    Dalam audiensi tersebut Ketua BMK juga menyampaikan sebuah harapan yang menjadi semangat utama pengelolaan zakat produktif: setiap mustahik yang hari ini menerima bantuan dari Baitul Mal, kelak diharapkan dapat tumbuh dan berkembang hingga mampu menjadi muzakki, orang yang berzakat, di masa depan. Bagi BMK, inilah makna sesungguhnya dari zakat sebagai instrumen pemberdayaan bukan sekadar memberi ikan, tetapi memberi kail, pendampingan, dan kesempatan, sehingga lingkaran kebaikan zakat terus berputar dan semakin meluas dari generasi ke generasi.


    Saatnya Zakat Usaha Ditunaikan ke Baitul Mal 


    Tak kalah penting, BMK juga menyampaikan keinginannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Kota Banda Aceh dalam membayar zakat melalui Baitul Mal. Selama ini, basis muzakki BMK masih banyak bertumpu pada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang zakatnya dipotong langsung dari penghasilan. Padahal, potensi zakat yang sesungguhnya jauh lebih besar berasal dari para pelaku usaha, pedagang, dan pengusaha di Banda Aceh yang usahanya telah mencapai nisab. BMK berharap, ke depan, kesadaran berzakat tidak hanya datang dari para ASN, tetapi juga tumbuh dari kalangan pengusaha dan pelaku ekonomi yang telah dikaruniai keberkahan rezeki. Mengingat banyak pengusaha mendapatkan rezeki di Banda Aceh namun menyalurkan zakat di daerah mereka masing-masing. Sehingga potensi zakat yang selama ini masih tidur dapat benar-benar terbangun dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, termasuk pelajar dan pemuda Banda Aceh.


    Apresiasi IPNU Untuk Baitul Mal Kota Banda Aceh 


    IPNU Kota Banda Aceh menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Baitul Mal Kota Banda Aceh, memandang langkah-langkah yang telah ditempuh BMK, mulai dari penjajakan kolaborasi dengan Rumah Zakat Aceh yang telah mengelola dana ZIS sebesar Rp 4 miliar pada semester pertama 2025, hingga inisiasi kerja sama dengan BPVP untuk pelatihan keterampilan pemuda berbasis ZIS pada April 2026, sebagai bukti nyata bahwa BMK terus bergerak maju dan tidak berpuas diri dengan capaian yang ada.


    IPNU Kota Banda Aceh menyatakan kesiapannya untuk berjalan beriringan bersama Baitul Mal, bukan sebagai pihak yang hanya menerima manfaat, tetapi sebagai mitra yang turut bertanggung jawab menjaga amanah zakat sampai ke tangan yang paling membutuhkan. Audiensi ini diharapkan menjadi titik awal dari kerja sama yang terbuka, dan berkelanjutan, demi mewujudkan Banda Aceh sebagai kota zakat yang inklusif, produktif, dan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.


    Sumber : Rilis 

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini