Elitnesia.id||Bireuen, – Sanggar Meuligoe Jeumpa Bireuen kembali mengharumkan nama Kabupaten Bireuen dengan tampil memukau pada ajang Gelar Melayu Serumpun (GEMES) IX Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Merdeka, Kota Medan, Sumatra Utara.
Ketua Sanggar Meuligoe Jeumpa Bireuen, Ny. Sadriah Mukhlis, didampingi bendahara, koordinator sanggar, serta Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Bireuen bersama para camat menghadiri pembukaan festival budaya tersebut pada Sabtu (27/6/2026) malam.
Pembukaan GEMES IX disambut antusias ribuan masyarakat yang memadati Lapangan Merdeka untuk menyaksikan beragam pertunjukan seni budaya dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara. Tahun ini, GEMES juga resmi masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
Dalam rangkaian pembukaan, berbagai kontingen seni budaya menampilkan pertunjukan khas daerah masing-masing. Peserta berasal dari Kabupaten Asahan, Kota Binjai, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Bireuen, Kabupaten Aceh Utara, Kota Dumai, Kabupaten Aceh Tamiang, DKI Jakarta, Kota Langsa, dan Kota Lhokseumawe.
Festival tersebut turut menghadirkan delegasi seni budaya dari Malaysia, Thailand, Tiongkok, dan Korea Selatan yang semakin memperkaya nuansa budaya Melayu dalam ajang bertaraf internasional tersebut.
Penampilan Sanggar Meuligoe Jeumpa Bireuen berhasil mencuri perhatian dan mendapat apresiasi meriah dari penonton. Melalui sajian seni yang menampilkan kekayaan budaya Aceh, sanggar asal Kabupaten Bireuen itu sukses memperkenalkan identitas budaya daerah di hadapan masyarakat luas serta para peserta dari berbagai wilayah dan negara.
Atas partisipasi dan kontribusinya dalam menyukseskan Gelar Melayu Serumpun (GEMES) IX Tahun 2026, panitia menyerahkan plakat penghargaan kepada Sanggar Meligoe Jeumpa Bireuen. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Ketua Sanggar, Ny. Sadriah Mukhlis, pada penutupan kegiatan.
Keikutsertaan Kabupaten Bireuen dalam GEMES IX menjadi bukti komitmen pemerintah daerah bersama pelaku seni dan budaya untuk terus melestarikan, mempromosikan, serta memperkenalkan kekayaan seni budaya Aceh di tingkat nasional maupun internasional. Ajang ini juga menjadi sarana mempererat hubungan persaudaraan di kawasan Melayu Serumpun.
GEMES IX berlangsung selama empat hari, mulai 27 hingga 30 Juni 2026, di Lapangan Merdeka, Medan. Selain menjadi wadah pelestarian budaya Melayu, festival ini juga menghadirkan puluhan stan UMKM yang menawarkan berbagai produk kriya dan kuliner khas Melayu.
Melalui penyelenggaraan GEMES IX, Pemerintah Kota Medan berharap festival ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni dan budaya, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata serta meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pemberdayaan pelaku UMKM.
Redaksi : Ipul pedank laut


Tidak ada komentar:
Posting Komentar