• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (572) Hukum (94) Internasional (191) Kampus (58) Lifestyle (16) Nasional (361) Politik (91)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Dr. Fachrul Razi: Amerika Telah Memetakan Potensi Migas dan Emas Indonesia, Termasuk Aceh, Sejak 1960-an

    05 Juli 2026, 20:48 WIB Last Updated 2026-07-05T13:48:11Z


    Elitnesia.id|Bireuen, 5 Juli 2026 – Tokoh politik nasional asal Aceh sekaligus mantan anggota DPD RI periode 2014–2024, Dr. Fachrul Razi, M.I.P., menyampaikan pandangannya mengenai dinamika geopolitik dan pengelolaan sumber daya alam (SDA) Indonesia dalam sebuah wawancara di kanal Unpacking Indonesia Podcast.


    Dalam wawancara tersebut, Fachrul Razi menyatakan bahwa Amerika Serikat telah memetakan potensi sumber daya alam Indonesia, termasuk minyak dan emas di Aceh, sejak era 1960-an.

    "Amerika itu sudah memotret potensi sumber daya alam Indonesia dari tahun 1960-an. Sumber daya minyak dan sumber daya emas. Aceh memiliki dua potensi besar itu," ujar Fachrul Razi.

    Menurutnya, hasil pemetaan tersebut menjadi bagian dari kepentingan geopolitik Amerika Serikat di kawasan Asia-Pasifik. Ia mencontohkan masuknya investasi migas di Aceh pada era 1970-an melalui proyek Arun yang kemudian melibatkan Mobil Oil, serta pengelolaan tambang emas berskala besar di Papua oleh Freeport.


    Fachrul juga mengaitkan perubahan politik nasional pada pertengahan 1960-an dengan kepentingan ekonomi global. Ia berpendapat bahwa sikap Presiden Soekarno yang menolak ketergantungan pada utang luar negeri dan menekankan kedaulatan pengelolaan SDA menjadi salah satu faktor penting dalam dinamika politik saat itu.


    Lebih lanjut, ia menyoroti lahirnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA), yang menurutnya membuka ruang lebih luas bagi investasi asing di Indonesia.

    "Dari sistem negara kesatuan yang protektif, kita langsung jadi liberal. Asing masuk. PT Arun masuk, Freeport masuk, Chevron masuk. Semua perusahaan asing. Mengapa? Karena asing punya kepentingan terhadap potensi sumber daya alam kita," katanya.

    Menutup pemaparannya, Fachrul Razi menegaskan bahwa isu kedaulatan sumber daya alam masih menjadi tantangan bagi Indonesia hingga saat ini. Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya menyangkut daerah tertentu seperti Aceh atau Papua, tetapi berkaitan dengan kepentingan nasional secara keseluruhan.


    Ia juga memberikan pandangan agar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tetap berhati-hati dalam mengambil kebijakan ekonomi dan diplomasi di tengah dinamika geopolitik global.

    "Soeharto pun jatuhnya juga karena asing. Ini Prabowo juga harus hati-hati. Jangan sampai jatuh karena tidak mau kompromi dengan kepentingan asing. Ini adalah persoalan kedaulatan," pungkasnya.

    Wawancara lengkap Dr. Fachrul Razi dapat disaksikan melalui kanal Unpacking Indonesia Podcast.


    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini