Elitnesia.id|Bireuen – Kasubbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bireuen, Iskandar, S.H.I., CPM, menjadi salah satu pemateri dalam Seminar Problematika Syariat Islam yang diselenggarakan di Aula Dinas Syariat Islam Kabupaten Bireuen, Selasa (14/7/2026).
Seminar yang mengangkat berbagai isu aktual terkait implementasi syariat Islam tersebut dihadiri oleh berbagai unsur strategis, di antaranya perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas), guru Bimbingan dan Penyuluhan (BP) dari berbagai satuan pendidikan, mahasiswa, perangkat gampong, serta akademisi. Kehadiran lintas elemen tersebut menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam memperkuat pemahaman dan pelaksanaan syariat Islam secara komprehensif di Kabupaten Bireuen.
Dalam pemaparannya, Iskandar menegaskan bahwa implementasi syariat Islam memerlukan penguatan pemahaman yang benar, menyeluruh, dan kontekstual agar mampu menjawab berbagai dinamika sosial yang terus berkembang. Menurutnya, pelaksanaan syariat Islam tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun lembaga keagamaan, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh komponen masyarakat.
Ia menekankan pentingnya membangun sinergi antara pemerintah, ulama, akademisi, tenaga pendidik, organisasi kemasyarakatan, aparatur gampong, dan generasi muda dalam menjaga nilai-nilai syariat Islam agar tetap relevan, bijaksana, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Penguatan pemahaman syariat Islam harus dilakukan melalui edukasi, dialog, dan kolaborasi seluruh pihak. Dengan demikian, implementasi syariat Islam tidak hanya menjadi sebuah regulasi, tetapi benar-benar menjadi pedoman dalam membangun kehidupan masyarakat yang berakhlak, harmonis, dan bermartabat," ujar Iskandar.
Penyelenggaraan seminar ini menjadi ruang diskusi ilmiah dan forum bertukar gagasan untuk mengidentifikasi berbagai tantangan sekaligus merumuskan solusi dalam pelaksanaan syariat Islam di tengah perkembangan sosial, budaya, dan teknologi. Para peserta juga diberikan kesempatan menyampaikan pandangan, pengalaman, serta rekomendasi yang diharapkan dapat memperkaya kebijakan dan strategi pembinaan masyarakat.
Suasana seminar berlangsung dinamis, interaktif, dan penuh antusiasme. Berbagai pertanyaan serta masukan dari peserta menunjukkan tingginya kepedulian terhadap upaya penguatan syariat Islam yang mengedepankan nilai-nilai keadilan, kemaslahatan, persatuan, dan moderasi dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kabupaten Bireuen kembali menegaskan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat pembinaan kehidupan keagamaan. Sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, perguruan tinggi, dan aparatur gampong diharapkan menjadi fondasi yang kokoh dalam mewujudkan pelaksanaan syariat Islam yang inklusif, edukatif, dan membawa kemaslahatan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bireuen.
Sumber : Amat Asah Parang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar