• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (572) Hukum (95) Internasional (191) Kampus (58) Lifestyle (16) Nasional (361) Politik (91)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Kementerian Pertanian Bangun Cetak Sawah Rakyat ( CSR) di Lima Kecamatan, Perkuat Ketahanan Pangan Daerah

    28 Juli 2026, 12:26 WIB Last Updated 2026-07-28T05:26:10Z

     


    Elitnesia.id|Bireuen – Kementerian Pertanian pada tahun 2026 merealisasikan Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di lima kecamatan dengan total luas mencapai 140 hektare. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas lahan pertanian produktif guna memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.


    Adapun lokasi pembangunan Cetak Sawah Rakyat tersebut meliputi Kecamatan Simpang Mamplam seluas 43,77 hektare, Kecamatan Pandrah seluas 46,89 hektare, Kecamatan Juli seluas 5,74 hektare, Kecamatan Peusangan seluas 9,5 hektare, dan Kecamatan Makmur seluas 34,1 hektare, sehingga total keseluruhan mencapai 140 hektare.


    Sebelumnya, Dinas Pertanian Kabupaten Bireuen telah mengusulkan pembangunan lebih dari 1.000 hektare lahan sawah rakyat


    Namun, setelah dilakukan kajian teknis, sejumlah lokasi belum dapat direalisasikan karena tidak memiliki sumber air yang memadai sebagai penunjang kegiatan pertanian.


    Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen, Mulyadi, di ruang kerjanya, Senin (27/7/2026).


    Menurut Mulyadi, seluruh lokasi Cetak Sawah Rakyat telah melalui kajian lingkungan dan wajib berada di luar Lahan Baku Sawah (LBS). Dengan demikian, program ini tidak mungkin dilaksanakan di atas sawah yang telah ada sebelumnya.


    Apalagi  kegiatan CSR melalui tender  yang dilaksanakan di balai LPI Sumatera Utara, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen, hanya sebagai tenaga teknis, tak mungkin akan terjadi korupsi didalamnya, seperti yang dituding selama ini yang ditujukan pada Dinas Pertanian dan Perkebunan Bireuen. 


    "Program Cetak Sawah Rakyat yang dilaksanakan pemerintah harus berada di luar Lahan Baku Sawah. Jika tidak, maka lahan tersebut tidak akan diakui sebagai sawah Karena itu, tidak ada cerita pemerintah mencetak sawah di atas sawah yang sudah ada," tegasnya.



    Ia menjelaskan bahwa saat ini proses verifikasi lokasi dilakukan dengan teknologi pemetaan digital dan citra satelit, sehingga setiap usulan lahan dapat dipastikan keakuratannya. Berbeda dengan masa lalu yang masih menggunakan metode manual, kini seluruh tahapan dilakukan secara digital sehingga potensi kesalahan dapat diminimalkan.


    Mulyadi juga menepis berbagai tudingan yang menyebutkan adanya pembangunan Cetak Sawah Rakyat di atas lahan sawah lama. Menurutnya, apabila hal tersebut benar terjadi, pemerintah pusat secara otomatis akan membatalkan program tersebut karena tidak sesuai dengan petunjuk teknis yang berlaku.


    Ia menegaskan bahwa seluruh pekerjaan CSR di Kabupaten Bireuen dilaksanakan sesuai ketentuan dan petunjuk teknis pemerintah. Saat ini pekerjaan baru dimulai dan ditargetkan rampung pada September 2026.


    Mulyadi berharap seluruh elemen masyarakat dapat memberikan dukungan terhadap program tersebut serta tidak membangun opini yang dapat menghambat pelaksanaannya.


    "Program Cetak Sawah Rakyat ( CSR)merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan pertanian. Ketika lahan bertambah, produksi pangan meningkat; ketika produksi meningkat, kesejahteraan petani ikut tumbuh; dan ketika petani sejahtera, daerah menjadi lebih kuat dalam menjaga ketahanan pangan."


    Ia menambahkan, keberhasilan Program Cetak Sawah Rakyat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh generasi sekarang maupun yang akan datang.


    "Sawah bukan sekadar hamparan tanah, melainkan sumber kehidupan. Setiap jengkal lahan yang dibuka untuk pertanian adalah ikhtiar menanam harapan, menjaga ketahanan pangan, dan mewariskan kesejahteraan bagi generasi mendatang."


    Reporter : Muhammad Idris (Amat Asah Parang)

    Editor : Ipul pedank laut 

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini