Elitnesia.id|Bireuen ,— Semangat gotong royong dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan warga Gampong Bireuen Meunasah Blang, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen. Melalui kegiatan donor darah yang dirangkai dengan pemeriksaan kesehatan gratis dan pemeriksaan mata gratis, masyarakat berhasil mengumpulkan 45 kantong darah, dari target awal sebanyak 30 kantong, pada Selasa (28/7/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di halaman meunasah gampong itu merupakan agenda rutin setiap tiga bulan. Selain bertujuan membantu memenuhi kebutuhan stok darah di Kabupaten Bireuen, kegiatan tersebut juga menjadi wadah mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan.
Sejak pagi, masyarakat dari berbagai kalangan tampak memadati lokasi kegiatan. Donor darah dilayani oleh petugas Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD dr. Fauziah Bireuen, sementara pemeriksaan kesehatan gratis diberikan oleh Klinik Kimia Farma dan pemeriksaan mata gratis dilaksanakan oleh Klinik Mata Bireuen. Panitia juga menyediakan suvenir sebagai bentuk apresiasi kepada para pendonor.
Keuchik Gampong Bireuen Meunasah Blang, Baihakki, mengatakan tingginya partisipasi warga menjadi bukti bahwa semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama terus tumbuh di tengah masyarakat.
"Donor darah bukan hanya membantu mereka yang membutuhkan, tetapi juga mempererat kebersamaan warga. Alhamdulillah, antusiasme masyarakat selalu tinggi setiap kali kegiatan ini kami laksanakan," ujarnya.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan, khususnya Klinik Kimia Farma yang memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis serta Klinik Mata Bireuen yang menghadirkan pemeriksaan mata gratis bagi masyarakat.
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bireuen, Edi Saputra, S.H., M.M., yang hadir dalam kegiatan tersebut menyebut konsistensi donor darah di tingkat gampong memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan stok darah bagi pasien yang membutuhkan.
"Partisipasi masyarakat pada kegiatan ini sangat luar biasa. Donor darah bukan hanya menyelamatkan nyawa sesama, tetapi juga membangun budaya kepedulian dan semangat gotong royong. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi gampong-gampong lain di Kabupaten Bireuen," katanya.
Direktur RSUD dr. Fauziah Bireuen, dr. Minar Mushari, Sp.S., melalui Kepala Unit Transfusi Darah (UTD), Wardati, S.K.M., M.K.M., mengatakan pelaksanaan donor darah secara berkelanjutan di tingkat gampong sangat membantu rumah sakit dalam memenuhi kebutuhan darah, terutama untuk pelayanan pasien darurat.
"Pelaksanaan donor darah secara rutin seperti ini sangat membantu menjaga ketersediaan stok darah di rumah sakit," ujar Wardati.
Selain donor darah, layanan pemeriksaan mata gratis juga mendapat sambutan positif dari masyarakat. Perwakilan Klinik Mata Bireuen, Oza, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata melalui pemeriksaan secara berkala.
"Kami berharap semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap kesehatan mata dan rutin memeriksakan kondisi penglihatannya sejak dini," ujarnya.
Kegiatan ini diikuti warga dari berbagai kelompok usia. Sejumlah peserta tercatat menjadi pendonor untuk pertama kalinya, di antaranya Faridah (32) dan Jihan (26). Sementara itu, Junaida (50) telah tiga kali mendonorkan darahnya. Ketua Pemuda Gampong Bireuen Meunasah Blang, Rinaldi (42), tercatat mendonorkan darah untuk ke-45 kalinya, sedangkan Sekretaris Gampong Muhammad Taufik (39) telah 27 kali menjadi pendonor.
Bagi Junaida, donor darah telah menjadi kebiasaan yang memberikan manfaat, baik bagi dirinya maupun bagi orang lain.
"Selain bisa membantu sesama, setelah donor darah tubuh juga terasa lebih sehat," katanya.
Keberhasilan mengumpulkan 60 kantong darah menjadi bukti bahwa kepedulian sosial masyarakat Gampong Bireuen Meunasah Blang terus terjaga. Kolaborasi pemerintah gampong, PMI, fasilitas kesehatan, dan masyarakat diharapkan dapat terus berlanjut sebagai upaya memperkuat budaya kemanusiaan sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Redaksi : Ipul pedank laut




Tidak ada komentar:
Posting Komentar