• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (572) Hukum (96) Internasional (191) Kampus (58) Lifestyle (16) Nasional (362) Politik (92)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    SPPG Tegas Menjadi Pilar Utama MBG, Pelaksanaan MBG di Kantin Sekolah Perlu Dikaji Kembali

    10 September 2026, 21:43 WIB Last Updated 2026-09-10T14:43:07Z

     


    Elitnesia.id|Bireuen,- 10 September 2026 – Program Makan Bergizi Gratis - MBG terus berjalan sebagai upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan status gizi dan prestasi belajar anak. Dalam menjalankan program ini, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi - SPPG memegang peran sentral sebagai pilar utama yang menjamin mutu, keamanan, dan keberlanjutan MBG.


    Seiring berkembangnya wacana pelaksanaan MBG melalui kantin sekolah,kami menilai skema tersebut perlu dikaji kembali agar tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan.


    Pola kerja jika diterapkan sesuai dengan SOP BGN pasti akan menghasilkan produk MBG yang baik, karena BGN telah banyak melakukan riset terkait hal tersebut, pengawasan yang ketat dari BGN justru menjadi tolak ukur bahwa MBG berjalan sesuai dan tepat sasaran.


    “SPPG adalah pilar utama MBG. Mulai dari perencanaan menu oleh ahli gizi, pengadaan bahan baku, proses produksi, hingga distribusi, semua harus memenuhi standar Badan Gizi Nasional. Ini yang menjamin anak-anak mendapatkan makanan yang aman, bergizi, dan tepat sasaran,” Sulasmini.


    Peran Strategis SPPG dalam pendistribusian Makan Gizi Gratis juga perlu penjaminan mutu gizi, standar keamanan pangan,melalui uji higiene sanitasi dan memiliki HACCP,efisiensi rantai pasok, hingga mampu menguatkan ekonomi lokal.


    Terkait MBG di Kantin Sekolah perlu dipertimbangkan kembali dikarenakan belum ada standar kualitas yang akurat,keterbatasan sarana, SDM yang belum siap, serta mampu menjadi beban tambahan pihak sekolah.


    “Kami mendukung inovasi, termasuk pelibatan kantin sekolah. Namun sebelum diterapkan, harus ada kajian, SOP, pelatihan, dan pilot project terlebih dahulu. Jangan sampai program baik ini justru menurunkan kualitas gizi dan menambah beban sekolah” tambahnya.


    Banyak mitra yang pernah merasakan kerugian dikarenakan bahan baku tidak sesuai dengan SOP yang diterapkan, artinya para SPPG juga tidak ingin apabila dalam proses distribusi dalam keadaan tidak segar.


    SPPG dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen mengawal MBG agar berjalan sesuai tujuan: anak Indonesia sehat, cerdas, dan berdaya saing.


    harapan sulasmini, kepada semua pihak yg terlibat di dalam SPPG sseperti relawan, petani, peternak, pedagang ikan dan toko yg menyediakan bahan, mari kerja pakai hati nurani, produk yg disediakan ini untuk anak kita, penerus kita, maka kita harus menjaga setiap helai bahan dan masakan agar tetap sehat dan segar saat diterima oleh anak anak kita.


    Redaksi : Ipul pedank laut 

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini