Elitnesia.id|Bireuen, – MIN 52 Bireuen menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk perundungan (bullying). Komitmen tersebut disampaikan melalui kampanye edukasi bertajuk "Stop Bullying" yang ditujukan kepada seluruh peserta didik, guru, tenaga kependidikan, dan seluruh warga madrasah.
Kepala MIN 52 Bireuen, Novera Kusumawati Putri, S.Ag., M.Ag., pada Jumat, 17 Juli 2026, usai kegiatan pembacaan Surah Yasin bersama yang dilaksanakan di halaman sekolah, secara langsung menunjukkan poster kampanye "Stop Bullying" sebagai pengingat sekaligus ajakan kepada seluruh warga madrasah untuk bersama-sama mencegah segala bentuk perundungan.
![]() |
| Kepala MIN 52 Bireuen, Novera Kusumawati Putri, S.Ag., M.Ag., |
Menurut Novera, bullying bukanlah sekadar candaan atau perilaku yang dapat dianggap biasa. Tindakan tersebut dapat memberikan dampak serius terhadap kondisi psikologis, sosial, maupun perkembangan karakter peserta didik. Karena itu, seluruh warga madrasah diharapkan memiliki kepedulian dan keberanian untuk mencegah serta menghentikan praktik perundungan di lingkungan sekolah.
Melalui kampanye tersebut, MIN 52 Bireuen mengajak seluruh peserta didik untuk berani mengatakan "Tidak" terhadap bullying serta menjadi pelopor dalam membangun budaya saling menghormati, menghargai perbedaan, dan saling peduli.
Sebagai bentuk implementasi nyata, madrasah mengimbau seluruh warga sekolah untuk selalu menghormati setiap teman tanpa membedakan latar belakang, menggunakan tutur kata yang santun dan penuh empati, memberikan dukungan kepada teman yang menjadi korban perundungan, serta segera melaporkan kepada guru atau pihak madrasah apabila mengetahui atau mengalami tindakan bullying.
Selain itu, seluruh peserta didik diajak berkomitmen menjadi pelajar yang berakhlakul karimah, menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan, serta menjaga suasana belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua.
MIN 52 Bireuen juga menegaskan bahwa setiap laporan terkait dugaan perundungan akan ditindaklanjuti secara serius dengan tetap menjaga kerahasiaan identitas pelapor. Langkah ini diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada seluruh peserta didik untuk berani melapor apabila terjadi tindakan yang mengarah pada bullying.
"Kami ingin seluruh peserta didik merasa aman, dihargai, dan nyaman berada di madrasah. Tidak boleh ada ruang bagi perundungan. Kepedulian kita bersama merupakan kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan positif," ujar Novera.
Dengan mengusung semangat "Satu Kebaikan Mampu Mengubah Hari Seseorang", MIN 52 Bireuen berharap budaya saling menghormati, peduli, dan berbagi kebaikan terus tumbuh di lingkungan madrasah sehingga mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter mulia.
"Bersama kita ciptakan madrasah tanpa perundungan, karena madrasah yang aman adalah tempat terbaik untuk belajar, tumbuh, dan meraih prestasi."
Penulis : Amat Asah Parang


Tidak ada komentar:
Posting Komentar