Elitnesia.id|Bireuen ,– Penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di UPTD SD Negeri 13 Makmur, Gampong Ara Lipeh, Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen, menghadirkan inovasi pendidikan karakter yang sederhana namun sarat makna. Seluruh murid menerima celengan tabungan dan Juz Amma melalui peluncuran program bertajuk "Tabungan Dunia dan Akhirat", Rabu (15/7/2026).
Program tersebut dirancang untuk membiasakan peserta didik menabung sejak usia dini sekaligus memperkuat kedekatan mereka dengan Al-Qur'an melalui pembiasaan membaca dan menghafal surat-surat pendek.
UPTD SD Negeri 13 Makmur berada di kawasan perbatasan Kabupaten Bireuen dengan Kabupaten Bener Meriah. Sekolah yang berdiri di wilayah dataran tinggi itu memiliki enam rombongan belajar dengan bangunan kelas yang mengikuti kontur perbukitan dan saling terhubung melalui tangga, menjadikannya memiliki karakter lingkungan belajar yang khas.
Saat ini sekolah menampung 65 murid yang dibimbing oleh 20 tenaga pendidik, terdiri atas delapan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Meski berada di daerah terpencil, sekolah terus berupaya menghadirkan inovasi dalam membangun karakter peserta didik.
Kepala UPTD SD Negeri 13 Makmur, Ishaq, S.Pd., mengatakan rangkaian MPLS diawali dengan prosesi adat peusijuek (tepung tawar) dan pemasangan mahkota kepada 12 murid baru sebagai simbol doa, harapan, dan penyambutan penuh kasih sayang.
Prosesi tersebut dipimpin Imam Gampong Ara Lipeh, Tgk. Jailani, didampingi Keuchik Gampong Ara Lipeh, Fahri Zulfi, serta mendapat dukungan Ketua Komite Sekolah, Tgk. Nasrol. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama agar para murid memperoleh ilmu yang bermanfaat, berakhlak mulia, serta menjadi generasi yang membanggakan agama, bangsa, dan daerah.
Menurut Ishaq, program "Tabungan Dunia dan Akhirat" mengandung filosofi yang menggabungkan pendidikan karakter, literasi keuangan, dan pembinaan spiritual. Celengan menjadi simbol kebiasaan hidup hemat dan disiplin, sedangkan Juz Amma diharapkan menjadi bekal bagi anak-anak untuk semakin mencintai Al-Qur'an.
"Harapan kami, anak-anak tidak hanya memiliki tabungan untuk masa depan mereka di dunia, tetapi juga memiliki bekal amal, ilmu, dan hafalan Al-Qur'an sebagai investasi akhirat. Inilah yang kami sebut sebagai Tabungan Dunia dan Akhirat," ujar Ishaq.
Ia menegaskan, program tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Sekolah akan terus menyosialisasikannya kepada orang tua melalui pertemuan wali murid, sementara perkembangan kebiasaan menabung dan hafalan Al-Qur'an akan dipantau secara berkala oleh dewan guru bersama Komite Sekolah.
Melalui program ini, UPTD SD Negeri 13 Makmur ingin menunjukkan bahwa keterbatasan geografis bukan menjadi hambatan untuk menghadirkan inovasi pendidikan. Dengan dukungan guru, komite sekolah, pemerintah gampong, tokoh agama, dan orang tua, sekolah berharap gerakan "Tabungan Dunia dan Akhirat" dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam membentuk generasi yang cerdas, hemat, berkarakter, dan mencintai Al-Qur'an sejak dini.
Sumber : Amat Asah Parang


Tidak ada komentar:
Posting Komentar