Elitnesia.id|Bireuen ,– Partai Aceh menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) serta Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten/Kota (DPRK) utusan Partai Aceh di Aula Hotel Fajar, Bireuen, pada 15–17 Juli 2026. Kegiatan mengusung tema "Seutot Geunare'h Eundatu, Peu-Tjarong Aneuk Bangsa Aceh" sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas kader dan konsolidasi organisasi.
Ketua Panitia Pelaksana, Rasyidi, S.H., M.H., mengatakan Bimtek diikuti sekitar seratus peserta yang terdiri atas pimpinan dan anggota DPRA serta DPRK dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh. Kegiatan diselenggarakan oleh panitia gabungan Partai Aceh tingkat pusat dan DPD Partai Aceh Kabupaten Bireuen.
Menurut Rasyidi, pelaksanaan Bimtek merupakan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Aceh terkait kaderisasi. Program tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas dan profesionalisme wakil rakyat, memperkuat koordinasi organisasi dari tingkat pusat hingga daerah, serta menyiapkan kader yang mampu mengawal kepentingan masyarakat, termasuk menghadapi tantangan pascabencana banjir hidrometeorologi di Aceh.
Selama kegiatan, peserta menerima materi dari kalangan akademisi dan praktisi, di antaranya Prof. Amhar Abubakar, yang membahas kepemimpinan, tata kelola pemerintahan, serta penguatan kelembagaan politik.
Mewakili Ketua Umum Partai Aceh TGK Muzakir Manaf (Mualem), H. Aiyub Abbas menyampaikan salam sekaligus mengabarkan bahwa kondisi kesehatan Mualem terus membaik. Ia juga menyebut Mualem dijadwalkan bertolak ke Jakarta untuk membahas revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) dan keberlanjutan Dana Otonomi Khusus Aceh bersama pemerintah pusat.
Dalam arahannya, Aiyub Abbas mengajak seluruh kader menjaga soliditas organisasi dan mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan internal. Ia menyinggung dinamika yang terjadi di DPD Partai Aceh Aceh Timur sebagai pelajaran agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi konflik yang merugikan organisasi.
"Marilah kita mengedepankan etika, menghormati yang lebih tua, bermusyawarah, dan menerima keputusan bersama. Apa yang terjadi di Aceh Timur hendaknya menjadi pelajaran agar tidak terulang di daerah lain," ujarnya.
Ia juga mengingatkan falsafah Aceh, "Beek peuleumah embong lam gampong droe", yang bermakna persoalan internal sebaiknya diselesaikan secara bijaksana tanpa merugikan marwah organisasi.
Selain itu, Aiyub Abbas memberikan apresiasi kepada Ketua DPRA Zulfadli (Abang Samalanga) yang dinilai konsisten memperjuangkan implementasi UUPA dan keberlanjutan Dana Otonomi Khusus bersama Mualem sebagai bagian dari upaya mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Aceh.
Sementara itu, Bupati Aceh Barat Tarmizi, S.P., M.M., mengatakan dirinya tetap menghadiri kegiatan tersebut meski memiliki agenda yang padat karena memandang penguatan Partai Aceh sebagai bagian penting dari keberlanjutan perjuangan politik Aceh.
Menurut Tarmizi, Partai Aceh yang memasuki usia sekitar 19 tahun masih berada pada fase pendewasaan organisasi, namun telah menunjukkan kemampuan mempertahankan bahkan meningkatkan kekuatan politiknya di berbagai tingkatan legislatif.
Ia menilai tantangan politik ke depan semakin kompleks, mulai dari efisiensi anggaran pemerintah, keterbatasan fiskal daerah, dampak banjir hidrometeorologi, hingga derasnya arus informasi di media sosial yang berpotensi memunculkan disinformasi dan perpecahan.
Karena itu, ia berharap Bimtek mampu meningkatkan kapasitas komunikasi politik para legislator, memperkuat kualitas kader, serta membangun sinergi yang lebih efektif dengan pemerintah pusat dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat Aceh.
Pembukaan Bimtek turut dihadiri Bupati Bireuen H. Mukhlis, S.T., Ketua DPRA Zulfadli (Abang Samalanga), Bunda Salma, pimpinan dan anggota DPRA, anggota DPRK utusan Partai Aceh dari berbagai kabupaten/kota, KIP Bireuen , Bawaslu, serta ratusan peserta.
Melalui kegiatan tersebut, Partai Aceh menegaskan komitmennya untuk memperkuat kaderisasi, menjaga persatuan organisasi, dan meningkatkan kualitas kepemimpinan politik guna mengawal kepentingan serta kesejahteraan masyarakat Aceh.
Sumber : Amat Asah Parang
Redaksi : Ipul pedank laut

Tidak ada komentar:
Posting Komentar