Elitnesia.id|Aceh Timur ,– Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., terus memperjuangkan percepatan pemulihan masyarakat terdampak banjir dengan menemui jajaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten Aceh Timur untuk memastikan proses pencairan dana stimulan tahap II bagi korban banjir, khususnya masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan ringan (RR) dan kerusakan sedang (RS), dapat segera direalisasikan.
Informasi mengenai pertemuan tersebut turut terlihat dalam unggahan WhatsApp Kasi Capil Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Alfi Aluebu, warga Peureulak Barat, yang memperlihatkan aktivitas Bupati Al-Farlaky bersama jajaran BNPB dalam membahas penanganan dan percepatan pemulihan pascabencana.
Dalam pertemuan itu, Al-Farlaky menjumpai Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Jarwansyah, sekaligus menyampaikan aspirasi masyarakat Aceh Timur yang hingga kini masih menantikan kepastian pencairan dana stimulan tahap II.
“Setiap turun ke lapangan, masyarakat selalu bertanya kapan dana stimulan tahap kedua dicairkan. Kami berharap proses ini segera dipercepat agar masyarakat dapat menerima haknya dan segera memperbaiki rumah mereka,” demikian disampaikan Al-Farlaky sebagaimana tergambar dalam materi publikasi tersebut.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, total anggaran dana stimulan untuk 5.318 penerima rumah rusak ringan dan sedang mencapai sekitar Rp118,935 miliar.
Hingga 30 Juli 2026, dana yang telah ditransfer ke rekening penerima tercatat sekitar Rp109,095 miliar atau 91,73 persen. Sementara dana yang telah dicairkan kepada masyarakat mencapai sekitar Rp72,366 miliar atau 76,44 persen dari total alokasi.
Dorong Pemulihan Tidak Berhenti pada Bantuan Rumah
Selain membahas percepatan dana stimulan, Bupati Aceh Timur juga meminta dukungan BNPB untuk mempercepat rehabilitasi jaringan irigasi Arakundo di Kecamatan Simpang Ulim yang terdampak bencana.
Infrastruktur tersebut memiliki peran penting bagi aktivitas pertanian masyarakat di 12 gampong. Karena itu, percepatan rehabilitasi jaringan irigasi dinilai menjadi bagian penting dari pemulihan ekonomi masyarakat setelah bencana.
Al-Farlaky juga melakukan komunikasi melalui video call dengan Kepala BNPB Letjen Suharyanto untuk menyampaikan aspirasi dan kondisi terkini masyarakat terdampak banjir di Aceh Timur.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Timur tidak hanya fokus pada penyelesaian bantuan bagi rumah warga, tetapi juga mendorong pemulihan infrastruktur dasar yang menjadi penopang kehidupan dan perekonomian masyarakat.
Bupati: Masyarakat Jangan Menunggu Terlalu Lama
Al-Farlaky menegaskan, koordinasi dengan pemerintah pusat akan terus dilakukan agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat berjalan lebih cepat.
Menurutnya, masyarakat yang menjadi korban bencana membutuhkan kepastian, bukan hanya janji. Bantuan yang telah dialokasikan harus dapat diterima masyarakat sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Ia juga mengapresiasi dukungan BNPB terhadap penanganan bencana di Aceh Timur sejak masa tanggap darurat hingga memasuki tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat harus terus diperkuat. Harapan kita, pemulihan pascabencana di Aceh Timur dapat segera dirasakan masyarakat,” demikian semangat yang dibawa dalam pertemuan tersebut.
Pemkab Aceh Timur memastikan perjuangan percepatan pemulihan akan terus dilakukan, sehingga masyarakat terdampak banjir dapat kembali menjalani kehidupan secara lebih baik dan mandiri.
Reporter : Muhammad Idris (Amat Asah Parang)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar