Elitnesia.id|Bireuen,- Bengkel Otomotif SMKN 1 Bireuen hingga kini masih menangani perbaikan sejumlah mobil yang sempat terendam banjir besar di Kabupaten Bireuen pada November 2025. Meski hampir setahun telah berlalu sejak bencana tersebut, sejumlah kendaraan masih menjalani proses pemeriksaan dan perbaikan akibat kerusakan yang ditimbulkan.
Hingga Rabu (5/8/2026), beberapa mobil korban banjir masih terlihat berada di Bengkel Otomotif SMKN 1 Bireuen. Bengkel ini menjadi salah satu tujuan masyarakat untuk memulihkan kondisi kendaraan, khususnya mobil bertransmisi otomatis (matic), yang mengalami gangguan setelah terendam air.
Proses perbaikan dikoordinasikan langsung oleh Ketua Jurusan Otomotif SMKN 1 Bireuen, M Rizal, bersama para teknisi serta siswa yang sedang mengikuti praktik kejuruan.
M Rizal menjelaskan, mobil matic yang terendam banjir umumnya mengalami kerusakan pada sistem elektronik. Komponen yang paling sering terdampak adalah Electronic Control Unit (ECU) atau komputer kendaraan, selain modul DCM dan berbagai perangkat elektrikal lainnya.
"Selain ECU, kerusakan juga dapat terjadi pada modul DCM maupun komponen elektrikal lainnya. Sistem kemudi juga berpotensi mengalami gangguan sehingga setir terasa lebih berat karena ada komponen yang harus diganti," ujarnya.
Menurutnya, proses identifikasi kerusakan dilakukan secara bertahap. Pemeriksaan diawali dengan inspeksi visual terhadap kondisi kendaraan, kemudian dilanjutkan menggunakan peralatan standar. Jika sumber kerusakan belum ditemukan, teknisi menggunakan scan tool untuk mendeteksi gangguan pada sistem elektronik kendaraan secara menyeluruh.
M Rizal mengatakan, kendaraan keluaran terbaru, khususnya merek Mitsubishi, telah menggunakan sistem elektrikal yang saling terhubung antarmodul. Karena itu, proses diagnosis tidak lagi dapat dilakukan secara manual.
"Kerusakan harus diperiksa menggunakan aplikasi yang dihubungkan ke laptop melalui alat scan tool. Dari hasil pembacaan data tersebut, teknisi dapat mengetahui sumber kerusakan secara lebih akurat," katanya.
Ia menambahkan, penanganan mobil matic yang terdampak banjir membutuhkan kemampuan membaca data elektronik. Karena itu, proses perbaikan tidak hanya mengandalkan pengalaman teknisi, tetapi juga memerlukan perangkat pemindai serta pemahaman terhadap sistem komputer kendaraan.
Selain memberikan layanan kepada masyarakat, Bengkel Otomotif SMKN 1 Bireuen juga menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk mengasah keterampilan dalam menangani kendaraan modern yang didominasi teknologi elektronik melalui praktik langsung di lapangan.
Sumber : Serambinews.com
Editor : Ipul pedank laut

Tidak ada komentar:
Posting Komentar