Elitnesia.id|Aceh Timur ,– Menjelang peringatan Hari Damai Aceh ke-21, Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., kembali mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk mensyukuri, menjaga dan merawat perdamaian yang telah terbangun sejak penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki pada 15 Agustus 2005.
Pesan tersebut kembali dipublikasikan melalui media sosial Bupati Aceh Timur pada Kamis malam, 13 Agustus 2026, bertepatan dengan momentum menjelang 21 tahun perjalanan perdamaian Aceh.
Dalam publikasi tersebut, Al-Farlaky menegaskan bahwa perdamaian Aceh merupakan hasil dari proses panjang yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.
“Perdamaian lahir dari proses yang panjang. Jangan hanya dinikmati, tapi rawat dan wariskan hingga anak cucu kita.”
Pesan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa perdamaian bukan sekadar catatan sejarah atau seremoni tahunan, melainkan amanah bersama yang harus diwujudkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Ajak Camat dan Keuchik Gelar Doa Bersama
Dalam rangka memperingati Hari Damai Aceh ke-21 pada 15 Agustus 2026, Bupati Aceh Timur juga mengimbau seluruh camat dan keuchik untuk mengajak masyarakat melaksanakan doa bersama di masjid, meunasah maupun surau di wilayah masing-masing.
Doa bersama tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mengungkapkan rasa syukur atas perdamaian Aceh sekaligus memohon agar kedamaian tetap terpelihara.
“Semoga doa kita menjadi bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar agar perdamaian Aceh terus terjaga hingga anak cucu kita,” demikian pesan Al-Farlaky yang kembali disampaikan melalui publikasi media sosialnya.
Perdamaian Adalah Anugerah dan Tanggung Jawab Bersama
Al-Farlaky menempatkan perdamaian Aceh sebagai anugerah yang patut disyukuri sekaligus tanggung jawab bersama.
Karena itu, menjaga perdamaian bukan hanya menjadi tugas pemerintah. Tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, aparatur gampong dan seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting dalam mempertahankan suasana Aceh yang aman, damai dan kondusif.
Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 juga menjadi kesempatan bagi generasi saat ini untuk memahami bahwa perdamaian yang dinikmati hari ini lahir setelah perjalanan sejarah yang panjang dan penuh tantangan.
Jangan Hanya Mengenang, Tetapi Rawat Perdamaian
Pesan Bupati Aceh Timur tersebut menekankan tiga hal penting: mensyukuri perdamaian, menjaga dan merawatnya setiap hari, serta melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Perdamaian yang telah berlangsung selama 21 tahun harus menjadi modal sosial untuk membangun Aceh yang lebih maju, aman dan sejahtera.
Lebih jauh, perdamaian harus diwariskan kepada anak cucu dalam bentuk kehidupan yang harmonis, saling menghormati dan terbebas dari konflik.
Momentum 15 Agustus 2026 dengan demikian bukan hanya menjadi ruang untuk mengenang perjalanan MoU Helsinki, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat Aceh bahwa perdamaian harus dirawat bersama agar tetap hidup dari generasi ke generasi.
“Jaga perdamaian hari ini, wariskan kedamaian untuk anak cucu.”
Reporter : Muhammad Idris (Amat Asah Parang)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar