Elitnesia.id|Bireuen ,– Gerakan Bersih-Bersih Masjid atau “Geber Masjid” tidak ingin berhenti sebagai seremoni. Dari Kabupaten Bireuen, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) menggaungkan ajakan kepada masyarakat untuk bergerak bersama membersihkan, merawat dan memakmurkan masjid secara serentak pada Senin, 10 Agustus 2026.
Ajakan tersebut disampaikan melalui poster Kakan Kemenag Bireuen, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.Pd., yang kemudian disebarluaskan melalui akun media sosial Koordinator Penyuluh Agama KUA Kecamatan Jeunieb, Syahrati, S.Hi., M.Si., pada Minggu (9/8/2026).
Pesan yang dibawa sederhana, tetapi memiliki makna besar: masjid bukan sekadar bangunan tempat salat, melainkan rumah umat yang harus dijaga kebersihan, kenyamanan dan keberlangsungannya secara bersama-sama.
Geber Masjid dijadwalkan berlangsung serentak di seluruh Indonesia pada Senin, 10 Agustus 2026, pukul 08.00–11.30 WIB, dengan kick off dipusatkan di Masjid Fatahillah, Balaikota Pemprov DKI Jakarta.
Gerakan tersebut mengusung semangat:
“Ayo Sukseskan Gerakan Bersih-Bersih Masjid – Geber Masjid, Serentak Seluruh Indonesia.”
Dari Bireuen, Ajakan Itu Digaungkan
Melalui poster Kakan Kemenag Bireuen yang disebarluaskan oleh Koordinator Penyuluh Agama KUA Kecamatan Jeunieb, pesan Geber Masjid diharapkan tidak hanya berhenti di ruang media sosial.
Jajaran Kemenag Bireuen mendorong agar pesan tersebut diteruskan kepada pengurus masjid, aparatur gampong, penyuluh agama, pemuda, jamaah dan seluruh elemen masyarakat untuk mengambil bagian di lingkungan masing-masing.
Momentum Geber Masjid dinilai menjadi kesempatan untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong sekaligus membangun kesadaran bahwa kebersihan rumah ibadah merupakan tanggung jawab bersama.
“Mari kita sukseskan Geber Masjid. Bersihkan masjid, rawat lingkungan dan jadikan rumah ibadah semakin nyaman bagi masyarakat untuk beribadah dan melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan,” demikian ajakan yang disampaikan melalui pesan tersebut.
Bukan Sekadar Menyapu dan Membersihkan
Geber Masjid memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar membersihkan halaman, lantai atau ruang utama masjid.
Masjid merupakan pusat kehidupan umat. Selain menjadi tempat ibadah, masjid juga menjadi ruang pendidikan keagamaan, silaturahmi, pembinaan generasi muda dan berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan.
Karena itu, menjaga kebersihan masjid sesungguhnya merupakan bagian dari membangun kepedulian dan rasa memiliki terhadap rumah Allah.
Masjid yang bersih dan nyaman juga diharapkan mampu menciptakan suasana ibadah yang lebih baik sekaligus memberikan kesan bahwa rumah ibadah benar-benar dirawat oleh umatnya.
Penyuluh Agama Jadi Penggerak di Tengah Masyarakat
Dalam konteks tersebut, penyuluh agama memiliki peran penting untuk menerjemahkan pesan keagamaan menjadi gerakan sosial yang nyata.
Melalui jaringan penyuluh agama hingga tingkat kecamatan dan gampong, pesan Geber Masjid diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Koordinator Penyuluh Agama KUA Kecamatan Jeunieb, Syahrati, S.Hi., M.Si., melalui penyebarluasan poster tersebut turut mengajak masyarakat Bireuen menjadikan 10 Agustus sebagai momentum untuk bergerak bersama.
Bukan hanya membersihkan masjid, tetapi juga membangun kebiasaan untuk merawatnya secara berkelanjutan.
Jangan Berhenti pada 10 Agustus
Gerakan serentak pada 10 Agustus diharapkan menjadi pemantik, bukan titik akhir.
Masjid-masjid di berbagai gampong di Kabupaten Bireuen diharapkan terus dijaga kebersihannya setelah gerakan tersebut selesai. Kepedulian terhadap rumah ibadah tidak semestinya hanya muncul ketika ada agenda nasional.
Sebab, masjid yang bersih membutuhkan kepedulian yang terus hidup dari jamaah dan masyarakat.
Semangat tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kembali budaya gotong royong yang selama ini menjadi salah satu kekuatan sosial masyarakat Aceh.
Dari Bireuen untuk Indonesia
Dari Bireuen, pesan Geber Masjid digaungkan hingga ke pelosok gampong: bersihkan masjidnya, rawat lingkungannya, makmurkan rumah Allah dan kuatkan persaudaraan umat.
Melalui ajakan Kakan Kemenag Bireuen yang disebarluaskan oleh Koordinator Penyuluh Agama KUA Kecamatan Jeunieb, masyarakat diharapkan tidak sekadar menjadi penonton gerakan nasional tersebut, tetapi ikut menjadi bagian dari gerakan.
Karena pada akhirnya, Geber Masjid bukan hanya tentang kebersihan. Ia adalah tentang kepedulian, kebersamaan, gotong royong dan cara umat menjaga rumah Allah agar tetap menjadi pusat kehidupan masyarakat.
Reporter : Muhammad Idris (Amat Asah Parang)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar