Elitnesia.id|Bireuen ,– Waktu pemutakhiran Indeks Desa (IDM) semakin mendekati batas akhir. Koordinator Pendamping Desa Kecamatan Gandapura, Helmi Darmawan, ST, meminta seluruh Tenaga Pendamping Profesional (TPP), khususnya Pendamping Lokal Desa (PLD), memperkuat koordinasi dan mempercepat penyelesaian seluruh tahapan pendataan serta pelaporan Gampong.
Penegasan tersebut disampaikan Helmi kepada seluruh rekan TPP Kecamatan Gandapura dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Posko Sekretariat TPP Kecamatan Gandapura, Sabtu pagi, 8 Agustus 2026.
Dalam rakor tersebut, Helmi menegaskan bahwa waktu yang tersedia semakin terbatas. Karena itu, seluruh pendamping diminta tidak bekerja secara pasif, tetapi aktif memastikan perkembangan Gampong dampingannya, mulai dari proses pengisian, pemeriksaan, pengunggahan hingga kelengkapan dokumen pendukung.
Helmi meminta setiap PLD segera memetakan Gampong yang masih mengalami kendala, baik menyangkut kelengkapan data, proses penginputan, persoalan teknis maupun keterlambatan pelaporan.
“Kita sudah mendekati garis finish. Jangan menunggu sampai batas waktu berakhir. Setiap kendala Gampong harus segera disampaikan, kita koordinasikan dan kita carikan solusi bersama,” tegas Helmi.
Jangan Sekadar Upload, Pastikan Data Terbaca
Dalam rapat koordinasi tersebut, PIC IDM Kecamatan Gandapura, Yusmawati, turut mengingatkan seluruh pendamping agar percepatan penginputan tidak mengabaikan ketelitian.
Setiap Gampong diminta memastikan kuesioner dan template yang telah disiapkan benar-benar lengkap sebelum dilakukan pengunggahan. Setelah diunggah, pendamping juga diminta melakukan pemeriksaan kembali untuk memastikan seluruh kuesioner terbaca dengan baik di dalam sistem.
Hal tersebut penting untuk mencegah adanya data yang kosong, tidak terbaca atau mengalami kesalahan yang kemudian membutuhkan perbaikan ketika waktu penyelesaian semakin sempit.
Para PLD juga diminta memastikan kelengkapan Berita Acara (BA) serta dokumen pendukung lainnya agar proses pemutakhiran IDM tidak hanya selesai pada tahap penginputan, tetapi juga memenuhi kelengkapan administrasi dan dapat dipertanggungjawabkan.
Salah satu Gampong di Kecamatan Gandapura, Gampong Tanjong Mesjid, sebelumnya telah melaksanakan proses pemutakhiran Indeks Desa melalui tahapan verifikasi dan validasi di tingkat Gampong serta musyawarah Gampong yang kemudian dituangkan dalam Berita Acara Pemutakhiran Indeks Desa.
Pendataan Ketahanan Pangan 2025 Jangan Terlewat
Di tengah percepatan pemutakhiran IDM, Helmi juga memberikan perhatian khusus terhadap pendataan alokasi dan pemanfaatan ketahanan pangan Tahun 2025.
Seluruh PLD diminta memastikan Gampong dampingannya telah menyiapkan data terkait dan menyampaikannya melalui form yang telah ditentukan.
“IDM harus kita kejar, tetapi pendataan ketahanan pangan Tahun 2025 juga jangan sampai terlewat. Pastikan setiap Gampong mengisi form yang sudah ditentukan dan melaporkannya secara lengkap,” ujar Helmi.
Menurutnya, pendataan tersebut juga membutuhkan pengawalan serius karena berkaitan dengan kelengkapan data dan pelaporan di tingkat Gampong.
Karena itu, PLD diminta segera berkomunikasi dengan aparatur Gampong apabila masih terdapat data yang belum tersedia atau dokumen yang belum lengkap. Setiap persoalan harus segera diidentifikasi agar tidak menumpuk menjelang batas akhir.
Menghadapi deadline yang semakin dekat, TPP Kecamatan Gandapura juga memastikan kesiapan untuk meningkatkan intensitas kerja, termasuk bekerja lembur apabila diperlukan, demi memastikan seluruh tahapan dapat dituntaskan.
Namun, kesiapan tersebut ditegaskan bukan semata-mata karena adanya arahan dari atasan. Lebih dari itu, semangat untuk bekerja lebih keras merupakan bentuk kesadaran, tanggung jawab dan komitmen bersama seluruh TPP dalam memastikan tugas pendampingan terhadap Gampong dapat diselesaikan dengan baik.
“Kita siap bekerja lebih dari biasanya apabila memang diperlukan. Kalau harus lembur, kita lembur bersama. Ini bukan semata-mata karena arahan atasan, tetapi karena tanggung jawab kita bersama untuk memastikan pekerjaan selesai dan tidak ada Gampong yang tertinggal,” tegas Helmi.
Menurutnya, kekompakan menjadi kekuatan utama TPP dalam menghadapi pekerjaan dengan batas waktu yang semakin dekat.
Setiap pendamping diharapkan tidak bekerja sendiri ketika menghadapi persoalan. Kendala yang ditemukan di satu Gampong harus segera dikomunikasikan sehingga dapat dibahas dan dicarikan solusi secara bersama.
Helmi menekankan, keberadaan TPP bukan sekadar membantu proses administrasi, tetapi menjalankan fungsi pendampingan dan fasilitasi kepada pemerintah Gampong sesuai tugas dan fungsi.
Karena itu, setiap PLD diharapkan mengetahui secara jelas perkembangan Gampong dampingannya, termasuk data yang sudah selesai, data yang masih dalam proses, serta persoalan yang membutuhkan intervensi dan koordinasi lebih lanjut.
Koordinasi antara PLD, pemerintah Gampong, PIC IDM dan Koordinator Pendamping Desa harus terus diperkuat sampai seluruh tahapan benar-benar selesai.
Gampong yang mengalami kendala diminta tidak menunggu hingga mendekati batas akhir untuk melapor. Semakin cepat persoalan disampaikan, semakin besar peluang untuk segera mendapatkan solusi.
Rapat koordinasi di Posko Sekretariat TPP Kecamatan Gandapura menjadi momentum untuk menyatukan langkah menghadapi batas waktu pemutakhiran IDM.
Seluruh TPP diminta memprioritaskan Gampong yang masih memiliki kendala, memastikan kelengkapan kuesioner dan template, memeriksa hasil pengunggahan, melengkapi Berita Acara serta dokumen pendukung, sekaligus mengawal pendataan ketahanan pangan Tahun 2025 melalui form yang telah ditentukan.
Helmi menegaskan, pekerjaan tersebut harus diselesaikan dengan semangat kebersamaan dan rasa tanggung jawab, bukan sekadar mengejar penyelesaian administrasi.
“Kita tuntaskan bersama. Bukan karena siapa yang memerintah, tetapi karena kita sadar ini adalah tanggung jawab yang harus kita selesaikan bersama. Kawal seluruh Gampong, saling membantu, cepat merespons kendala, dan jangan ada pekerjaan yang tertinggal,” pungkas Helmi Darmawan, ST.
Dengan semangat tersebut, TPP Kecamatan Gandapura menyatakan siap memperkuat pendampingan hingga seluruh proses pemutakhiran IDM dan pelaporan terkait dapat mencapai garis finish secara lengkap, tertib dan tepat waktu.
Reporter : Muhammad Idris ( Amat Asah Parang)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar