Elitnesia.id|Bireuen ,– Setelah resmi dilantik pada Sabtu (15/8/2026), Keuchik Gampong Glanggang Baro, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Syafruddin bersama istri yang juga Bunda PAUD Gampong Glanggang Baro, Poppy Farida, kembali mendapat sambutan hangat dari masyarakat melalui prosesi peusijuk pada Minggu (16/8/2026).
Prosesi peusijuk berlangsung di Meunasah Gampong Glanggang Baro dalam suasana penuh syukur, kekeluargaan dan kebersamaan. Kegiatan tersebut menjadi bentuk rasa syukur masyarakat atas telah dilantiknya keuchik baru untuk masa jabatan 2026–2032, sekaligus menjadi momentum mempererat kembali persatuan seluruh masyarakat gampong.
Usai prosesi peusijuk, masyarakat melanjutkan kegiatan dengan khanduri gampong. Hidangan gulai kambing yang disiapkan secara bersama-sama menambah suasana semakin meriah, hangat dan penuh keakraban.
Prosesi peusijuk Keuchik Syafruddin dan Bunda PAUD Poppy Farida dilakukan oleh Tgk. Fakhrurrazi, S.Pd.I, selaku Imam Gampong Glanggang Baro, yang didampingi Tgk. Adami Usman, pimpinan Dayah Darussalam Aljunet, Kecamatan Kota Juang.
Kegiatan tersebut turut dihadiri para mantan Keuchik Glanggang Baro, di antaranya H. Zakaria dan Zulkarnaen, S.Sos., seluruh Tuha Peut, perangkat gampong serta hampir seluruh warga Gampong Glanggang Baro.
Dalam kesempatan tersebut, Keuchik Syafruddin menyampaikan rasa terima kasih dan haru atas sambutan masyarakat yang dinilainya begitu hangat sejak dirinya dipercaya memimpin Gampong Glanggang Baro.
Menurut Syafruddin, kehadiran masyarakat dalam prosesi peusijuk tersebut menjadi tanda bahwa dirinya bersama istri diterima dengan baik untuk menjalankan amanah dan mulai membangun gampong secara bersama-sama.
“Saya dan istri merasa begitu diterima dengan baik oleh masyarakat. Ini menjadi awal bagi kami untuk bersama-sama membangun Gampong Glanggang Baro secara keseluruhan. Saya sangat membutuhkan dukungan, bantuan dan bimbingan dari seluruh masyarakat serta semua pihak di gampong,” ujar Syafruddin.
Ia juga meminta masyarakat tidak segan memberikan teguran apabila dalam menjalankan pemerintahan gampong terdapat kekeliruan.
“Ingatkan saya jika saya salah. Kalau ada yang kurang tepat, tegur saya. Jangan dibiarkan. Saya ingin kita membangun gampong ini dengan komunikasi, keterbukaan dan kebersamaan,” katanya.
Syafruddin menegaskan, kepemimpinan enam tahun ke depan bukanlah pekerjaan seorang keuchik semata. Kemajuan gampong, menurutnya, membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, mulai dari Tuha Peut, perangkat gampong, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan hingga seluruh warga.
Ia berharap momentum pelantikan dan peusijuk tersebut menjadi titik awal untuk memperkuat persatuan masyarakat Glanggang Baro setelah proses pergantian kepemimpinan.
“Mari kita tinggalkan perbedaan. Setelah proses pemilihan selesai, sekarang waktunya kita bersatu. Mari bergandengan tangan membangun Gampong Glanggang Baro agar semakin maju, mandiri dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat,” harapnya.
Sementara itu, prosesi peusijuk yang berlangsung sederhana namun penuh makna tersebut menjadi simbol doa dan harapan agar Keuchik Syafruddin bersama Bunda PAUD Poppy Farida diberikan kekuatan, kesehatan serta kelancaran dalam menjalankan amanah.
Kehadiran para mantan keuchik, Tuha Peut, perangkat gampong dan hampir seluruh warga juga memperlihatkan kuatnya semangat kebersamaan masyarakat Glanggang Baro dalam menyambut kepemimpinan baru.
Kegiatan ditutup dengan khanduri gampong yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Masyarakat duduk bersama menikmati hidangan sambil mempererat silaturahmi, sekaligus menyampaikan berbagai harapan untuk masa depan Gampong Glanggang Baro.
Peusijuk bukan sekadar tradisi, tetapi menjadi doa dan simbol dimulainya sebuah amanah baru. Dari Meunasah Gampong Glanggang Baro, masyarakat meneguhkan kembali semangat kebersamaan untuk membangun gampong secara bersama-sama selama masa kepemimpinan 2026–2032.
Reporter : Muhammad Idris ( Amat Asah Parang)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar