• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (572) Hukum (96) Internasional (191) Kampus (58) Lifestyle (16) Nasional (362) Politik (93)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan



    Parit Jalan Merdeka Timur Tak Kunjung Tuntas, Warga Resah, Pemerintah Dituntut Bertindak

    28 Oktober 2026, 16:04 WIB Last Updated 2026-10-28T09:04:19Z

     



    Elitnesia.id|Lhokseumawe ,— Pembangunan parit di Jalan Merdeka Timur, kawasan Gampong Kutablang, Kota Lhokseumawe, menuai keluhan warga. Proyek yang dijadwalkan berlangsung hingga Desember 2026 itu dinilai mengganggu akses keluar-masuk rumah, aktivitas ekonomi, serta mobilitas masyarakat di sekitar lokasi pekerjaan.


    Warga mempertanyakan langkah dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Lhokseumawe bersama kontraktor pelaksana untuk menjamin akses masyarakat tetap berfungsi selama proses pembangunan berlangsung.


    Persoalan ini menjadi sorotan karena warga mengaku harus menanggung dampak pekerjaan, mulai dari kesulitan mengakses rumah hingga terganggunya kegiatan usaha. Mereka menilai penyelesaian proyek tidak semestinya menjadi satu-satunya acuan tanpa disertai penanganan dampak langsung terhadap masyarakat.


    “Jadi, akses kami keluar-masuk rumah bagaimana? Masa kami harus menunggu sampai Desember? Tidak masuk akal kalau akses masyarakat dibiarkan terganggu selama itu. Saya terpaksa menggunakan becak atau ojek online untuk kegiatan sehari-hari,” keluh seorang warga, Rabu (28/10/2026).



    Dampak pekerjaan juga dirasakan pelaku usaha rumahan di kawasan tersebut. Cut Akmalia mengaku aktivitas berjualannya terganggu akibat pekerjaan parit yang berlangsung di depan adan sekitar tempat usahanya.


    “Sudah dua minggu tidak jualan saya karena perbaikan parit ini,” ungkap Akmalia.


    Keluhan tersebut menggambarkan persoalan yang tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan, tetapi juga keberlangsungan pendapatan warga yang menggantungkan penghasilan dari usaha sehari-hari.


    Sementara itu, Azani, warga setempat, menyoroti lambannya pekerjaan serta papan akses sementara yang sebelumnya digunakan masyarakat. Menurutnya, papan tersebut kemudian dipindahkan dan tidak dipasang kembali, sehingga menyulitkan mobilitas warga, termasuk kendaraan yang hendak masuk ke rumah.


    Warga juga mengkhawatirkan keberadaan material bangunan dan area pekerjaan yang berpotensi membahayakan anak-anak maupun pengguna jalan apabila tidak dilengkapi pengamanan yang memadai.


    Warga menegaskan bahwa mereka tidak menolak pembangunan drainase. Infrastruktur tersebut dinilai penting, tetapi pelaksanaannya diharapkan tetap memperhatikan keselamatan, aksesibilitas, dan kepentingan masyarakat yang tinggal maupun menjalankan usaha di sekitar lokasi.


    Mereka mendesak kontraktor pelaksana segera menyediakan akses sementara yang aman dan layak, memasang kembali fasilitas penyeberangan apabila diperlukan, serta memastikan area pekerjaan terlindungi. Dinas PUPR juga diminta turun langsung untuk mengevaluasi kondisi lapangan dan memastikan pekerjaan berjalan dengan mempertimbangkan dampak sosialnya.


    Warga turut meminta kejelasan mengenai tahapan pekerjaan, titik yang masih menghambat akses, serta jadwal penanganan sementara. Dengan demikian, masyarakat tidak terus berada dalam ketidakpastian selama proyek berlangsung.


    Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kota Lhokseumawe, Junaidi, telah dihubungi melalui pesan WhatsApp untuk dimintai tanggapan mengenai keluhan warga dan solusi yang disiapkan pemerintah.


    Dalam respons singkatnya, Junaidi menyampaikan, “Maaf, sedang rapat, Bang.”


    Hingga berita ini disusun, belum diperoleh penjelasan substantif mengenai penyediaan akses sementara, evaluasi terhadap keluhan masyarakat, maupun langkah konkret yang akan dilakukan untuk mengurangi gangguan selama pekerjaan berlangsung.


    Redaksi membuka ruang konfirmasi dan hak jawab bagi Dinas PUPR Kota Lhokseumawe, khususnya Bidang Cipta Karya, serta kontraktor pelaksana, untuk menjelaskan progres pekerjaan, kendala di lapangan, target penyelesaian setiap titik, dan langkah pengamanan akses warga.


    Bagi masyarakat, persoalan ini bukan sekadar soal kapan proyek selesai. Yang dipertaruhkan adalah akses menuju rumah, keselamatan pengguna jalan, dan kemampuan warga mempertahankan penghidupan selama pembangunan berlangsung.


    Pembangunan infrastruktur semestinya memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan membiarkan warga menanggung dampaknya tanpa solusi sementara yang jelas.



    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini

    !

    Mohon Nonaktifkan AdBlock

    Iklan membantu kami menjaga website ini tetap gratis. Silakan nonaktifkan AdBlock untuk mendukung website kami.

    Terima kasih atas dukungan Anda.