• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (572) Hukum (96) Internasional (191) Kampus (58) Lifestyle (16) Nasional (362) Politik (93)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan



    Azhari Cage: Kalau Rakyat Aceh Terus Dipukuli dan Ditembaki, Buat Apa Damai Aceh?

    04 November 2026, 23:39 WIB Last Updated 2026-11-04T16:39:46Z

     

    Anggota DPD RI/MPR RI asal Aceh, Azhari Cage.

    Elitnesia.id|Pidie,– Anggota DPD RI/MPR RI asal Aceh, Azhari Cage, mengecam keras tindakan aparat TNI yang memukul dan menembaki warga Pulo Kenari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, hingga mengakibatkan seorang warga meninggal dunia. Rabu, (04/11/2026).


    Azhari secara tegas meminta Pangdam Iskandar Muda dan Panglima TNI mengambil tindakan tegas terhadap seluruh anggota TNI yang terlibat dalam pemukulan dan penembakan terhadap masyarakat tersebut.


    "Kalau masyarakat Aceh terus dipukuli dan ditembaki, buat apa damai Aceh? Kita jangan terus-menerus berbicara tentang perdamaian jika masyarakat Aceh masih menjadi korban kekerasan hingga darah rakyat kembali tertumpah," tegas Azhari.


    Menurutnya, peristiwa tersebut sangat menyedihkan dan mencederai semangat perdamaian Aceh yang telah terbangun selama hampir 20 tahun. Terlebih, kejadian itu berlangsung dalam suasana perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.


    Ia menilai tindakan kekerasan terhadap masyarakat tidak dapat dibenarkan dan sangat melukai hati rakyat Aceh yang selama ini berharap perdamaian benar-benar menghadirkan rasa aman dan keadilan.


    Terkait pengibaran bendera Aceh dalam kegiatan Maulid tersebut, Azhari meminta semua pihak memahami persoalan yang hingga kini belum terselesaikan.


    Menurutnya, persoalan bendera Aceh merupakan persoalan politik yang telah berlangsung selama sekitar 20 tahun sejak perdamaian, sehingga pemerintah harus segera memberikan penyelesaian yang jelas.


    "Persoalan bendera ini sudah 20 tahun belum tuntas. Masak persoalan bendera tidak selesai-selesai? Mungkin masyarakat merasa kecewa. Ini harus dipahami, jangan sampai persoalan tersebut justru berujung pada tindakan kekerasan," ujarnya.


    Azhari menegaskan, apabila terdapat persoalan hukum terkait pengibaran bendera, penanganannya harus dilakukan melalui mekanisme hukum dan kewenangan aparat penegak hukum yang tepat, bukan dengan tindakan kekerasan oleh aparat militer.


    Sebagai senator Aceh, ia mengaku sangat sedih melihat masih adanya darah masyarakat Aceh yang tertumpah akibat tindakan aparat, padahal perdamaian telah berlangsung hampir dua dekade.


    "Saya sangat menyayangkan kejadian ini, apalagi berlangsung pada perayaan Maulid Nabi. Ini sangat melukai hati masyarakat Aceh dan mencederai perdamaian yang selama ini kita jaga," katanya.


    Azhari berharap persoalan bendera Aceh benar-benar diselesaikan oleh pemerintah agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi pada masa mendatang.


    Ia juga mengingatkan pemerintah agar tidak membiarkan Aceh kembali terseret ke dalam pusaran konflik. Menurutnya, Indonesia masih memiliki berbagai persoalan kebangsaan yang harus diselesaikan, termasuk persoalan Papua.


    "Jangan sampai Aceh kembali diseret ke pusaran konflik hanya karena persoalan yang sudah memiliki landasan dalam undang-undang dan qanun, tetapi tidak kunjung dituntaskan. Perdamaian Aceh harus dijaga dengan keadilan, bukan kekerasan," tutup Azhari Cage.


    Sumber : Siara pers humas Azhari Cage

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini

    !

    Mohon Nonaktifkan AdBlock

    Iklan membantu kami menjaga website ini tetap gratis. Silakan nonaktifkan AdBlock untuk mendukung website kami.

    Terima kasih atas dukungan Anda.