Elitenesia.id|Bireuen, Sabtu, 07 November 2026 – Program rehabilitasi sawah pascabanjir di Kabupaten Bireuen terus berproses secara bertahap. Sejumlah areal persawahan mulai memasuki tahap pengolahan tanah sebagai persiapan menghadapi musim tanam.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Bireuen, Mulyadi, SE., MM., melalui Pejabat Teknis Program Rehabilitasi Sawah, Muhammad Kasem, SP, terus mendorong percepatan pemulihan lahan pertanian terdampak banjir. Upaya tersebut dilakukan melalui pemantauan langsung perkembangan rehabilitasi serta identifikasi berbagai kendala di lapangan.
Dalam kegiatan pemantauan tersebut, Muhammad Kasem, SP, didampingi Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Jangka, Safrizal, SP, meninjau sejumlah wilayah di Kecamatan Jangka dan Peusangan. Peninjauan dilakukan untuk mengidentifikasi titik-titik yang membutuhkan penanganan dan perbaikan, khususnya saluran yang tersumbat agar aliran air kembali lancar menuju persawahan.
Perkembangan positif terlihat di beberapa kawasan Kecamatan Jangka, di antaranya Bugak Blang, Bugak Krueng, Paya Bieng, dan Pulo Ue. Petani di wilayah tersebut sudah mulai melakukan pengolahan tanah sebagai tahapan awal untuk kembali memasuki musim tanam.
Sementara itu, di Gampong Cot Nga, Kecamatan Peusangan, pengolahan sawah belum dimulai karena masih terkendala ketersediaan traktor. Meski demikian, proses rehabilitasi di berbagai lokasi terus berjalan secara bertahap sesuai kondisi dan kesiapan di lapangan.
Muhammad Kasem mengatakan, rehabilitasi sawah pascabanjir terus diupayakan melalui pemantauan perkembangan pengolahan lahan serta penanganan saluran yang mengalami penyumbatan.
“Rehabilitasi sawah pascabanjir terus kita upayakan secara bertahap. Selain memantau perkembangan pengolahan lahan, kami juga menelusuri saluran yang tersumbat akibat endapan lumpur dan material banjir untuk dilakukan penanganan serta perbaikan. Memang masih ada beberapa lokasi yang menghadapi kendala, seperti keterbatasan traktor, namun proses pemulihan terus berjalan sesuai kondisi di lapangan,” ujarnya.
Melalui upaya rehabilitasi ini, Distanbun Bireuen berharap seluruh lahan terdampak banjir dapat kembali produktif sehingga petani bisa segera melaksanakan musim tanam dan aktivitas pertanian kembali normal.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar