• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (551) Hukum (78) Internasional (185) Kampus (57) Lifestyle (16) Nasional (269) Politik (60)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    IKLAN UTAMA

    Iklan

    Iklan

    Serat Pakis – Sonikustik: Anak Muda Mulai Begadoh Saat Pemilu Usai

    Selasa, 20 Februari 2024, Februari 20, 2024 WIB Last Updated 2024-02-20T12:37:39Z


    Elitnesia.id| Bireuen,- Setelah vakum dalam empat tahun terakhir, para pelaku seni eksperimental di Kota Pontianak yang menamakan dirinya dengan Sonikustik bergabung bersama koalisi seni Serat Pakis merealisasikan sebuah lokakarya yang dilanjutkan dengan pertunjukan dalam tajuk “Begadoh”, 


    Rabu (14/02/2024). Rami sebagai satu di antara fasilitator yang tergabung di dalamnya menerangkan bahwa kelompok ini merupakan satu di antara kumpulan pelaku seni yang memiliki fokus terhadap pertunjukan musik experimental dan inovasi instrumen sejak 2019. 


    Koalisi seni Serat Pakis sendiri memang baru dibentuk dari beberapa pelaku seni interdisiplin yang ada di kota Pontianak dan sekitarnya.


    Ruang ini dijadikan wadah pelaku seni untuk bertukar pandangan dan pengalaman khususnya dalam menyikapi fenomena sekitar (dalam ruang lingkup past, present, future) agar dapat diwujudkan secara kolektif dan mandiri ujar Rama sebagai seorang fasilitator di agenda tersebut. Tidak tertutup kemungkinan juga untuk membuka peluang bekerja dengan kolektif lainnya.


    Menurut keterangan Rami, bersama koalisi seni Serat Pakis, “Begadoh” untuk kali pertama dibuka untuk 10 partisipan yang bersedia mengikuti lokakarya musik elektronik analog circuit bending, 


    Serta menyajikan hasilnya dalam pertunjukan improvisasi. Rentetan agenda tersebut dipandu oleh Angga Khasbullah, Rama Anggara, Rami Syahbandi, Juan Arminandi dan Ferdi sebagai fasilitator dari Sonikustik. 


    Dengan dihadiri oleh 10 orang partisipan, lokakarya analog circuit bending dimulai sejak siang hari bertempat di Kardja Coffe, 


    Pontianak. Analog circuit bending sendiri merupakan satu di antara teknik yang dapat diterapkan dalam pengolahan musik elektronik secara analog. Secara sederhana, suatu rangkaian elektronik general (pabrik) diretas secara manual guna mencari kemungkinan variasi dan ornamen bebunyian yang dapat dihadirkan dari arus pendek bermuatan listrik tendah, kemudian dijadikan medium bunyi sebagai materi musikal.


    Angga Khasbullah sebagai satu di antara fasilitator, seluruh partisipan berasal dari berbagai latar belakang disiplin ilmu dan pengalaman, direduksi ke dalam proses eksplorasi musik elektronik masa kini. Sepuluh orang tersebut di antaranya, Wahyu, Rosidin, Melano, Fadhli, M. Iyas, Irfan Walker, Nasir, Fadhli Fitriyanda, Sony, dan Akbar. 


    Lokakarya dimulai dengan materi pengantar serta praktek roll model device instrumen dalam eksplorasi circuit bending secara sederhana dengan rangkain komponen elektronik dari mainan anak oleh Sonikustik. 


    Kemudian teknik tersebut diimitasi dan dikembangkan oleh para partisipan dengan pembagian device rangkain elektronik yang berbeda untuk dieksplor secara berkelompok. Uniknya banyak bebunyian yang tak terduka bermunculan dari proses analog circuit bending pada rangkaian elektronik mainan anak tersebut.


    Topan sebagai perwakilan dari Kardja Kopi mengatakan bahawa agenda seperti ini sangat menarik karena dapat melibatkan partisipan dalam lokakarya dan forum diskusi oleh Sonikustik dalam konteks penyajian musik secara improvisasi dengan instrumen tersebut. Sesuatu yang istimewa,


    kompleks dan cukup menarik ketika pertunjukan yang dirancang menggunakan media instrumen musik yang dapat dirancang dan dibuat sendiri. Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar serta dapat membuat kedai kopi kami menjadi ribut dan keos yang memiliki kualitas.


    Menurut paparan Rama agenda tersebut dilanjutkan dengan pertunjukan di area outdoor Kardja 

    Caffe Pontianak, disajikan dalam empat sesi, tiga sesi pertama merupakan pembagian kolaborasi antar partisipan, kemudian sesi terakhir merupakan kolaborasi antara partisipan dan 

    teman-teman dari Sonikustik. Berbagai jenis bebunyian yang unik dan tak terduga hadir dengan 

    varian kombinasi dan momentum dalam sajian pertunjukan tersebut. Stilasi dan distorsi pun 

    terdengan begitu kontras, kompleks, serta spektakel yang hadir menjadi daya tarik auditif dalam pertunjukan.


    Secara musikal, motif yang hadir dalam improvisasi bersumber dari dalam preset mainan elektronik tersebut, namun dengan variasi ornamen dan pengolahan dari circuit bending dalam beberap momentum, hal tersebut merupakan satu di antara strategi pendekatan apropriasi dan dekonstruksi dalam penciptaan karya.

    Juan yang merupakan satu di antara fasilitator mengutarakan dugaan yang diluar ekspetasinya. 


    Pertunjukan tersebut juga mengundang rasa penasaran hingga dihadiri oleh berbagai apresiator dari berbagai kalangan.


    Para apresiator sangat tergugah dengan kehadiran musik eksperimental seperti itu. meskipun di kota Pontianak kehadiran pertunjukan eksperimental musik elektronik seperti ini dapat dikatakan kurang masif dan masih segmented, akan tetapi Sonikustik tetap mencoba untuk membuka ruang ekspresi yang lebih luas melalui media eksperimennya. Rangkain Begadoh by Sonikustik dapat terlaksana bersama dengan Koalisi Seni Serat Pakis berkat dukungan dari Kardja Coffe, Rawdoc, dan Nasi Jalang.


    Menurut Angga salah seorang dari Sonikustik, kerja interdisiplin seperti ini memang menguras tenaga, logika dan kreatifitas, semoga kegiatan seperti ini tidak hanya berhenti sampai di sini saja, memang dampaknya tidak dapat dirasakan sekarang, kemungkinan ini sebagai pemantik awal, dan akan dilanjutkan untuk di kemudian waktu dan kesempatan.(isan)

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini

    Daerah

    +