Elitnesia.id|Bireuen – Curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah Kabupaten Bireuen dalam beberapa hari terakhir memicu banjir besar di hampir seluruh Kecamatan. Kodim 0111/Bireuen melaporkan bahwa hingga hari ini, sebanyak 459.073 jiwa terpaksa mengungsi akibat genangan air yang merendam ratusan desa. Sabtu (29/11/2025).
Meski air mulai berangsur surut di sejumlah titik, situasi di lapangan masih menunjukkan kondisi darurat, terutama di desa-desa yang berada di jalur rendah dan aliran sungai.
Ratusan Desa Terendam, 17 Kecamatan Alami Dampak Serius. Sebanyak 609 desa di 17 kecamatan dilaporkan terdampak banjir. Kecamatan Kota Juang, Samalanga, Jeunib, Jangka, Gandapura, hingga Peusangan Selatan menjadi wilayah dengan dampak terparah. Bahkan Kecamatan Peusangan Siblah Krueng masih belum dapat terdata karena daerah tersebut terisolir.
Sejumlah fasilitas umum juga mengalami kerusakan berat, antara lain 146 unit rumah hilang terseret arus, 22 jembatan rusak, 115 bangunan sekolah terdampak serta puluhan fasilitas publik lainnya yang tak lagi dapat difungsikan.
Di tengah situasi sulit ini, tercatat 11 korban jiwa, sementara 1 orang masih dalam pencarian oleh tim gabungan.
Menanggapi kondisi ini, Dandim 0111/Bireuen, Letkol Arh Luthfi Novriadi S.E., Sos., M.Han., M.Sc., langsung tanggap dalam meningkatkan operasi penanggulangan banjir. Mulai dari pelaporan cepat ke Komando Atas, patroli wilayah rawan, koordinasi lintas sektor, hingga penyebaran imbauan keselamatan kepada masyarakat.
Lanjutnya, Personel Kodim juga akan terus kami siagakan untuk membantu evakuasi warga, termasuk mengerahkan perahu karet (LCR), kendaraan taktis, serta personel lapangan untuk memastikan bantuan mencapai wilayah yang terisolir maupun sulit dijangkau.
“Fokus untuk saat ini adalah keselamatan masyarakat. Kami terus berkoordinasi dengan BPBD, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder agar penanganan berjalan cepat dan tepat,” demikian laporan jajaran Kodim. Tegas Dandim.
Dandim juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan segera melaporkan perubahan situasi di lingkungan masing-masing.
Melalui kerja sama terpadu antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan pemulihan dapat berlangsung secepat mungkin dan aktivitas warga dapat kembali normal.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar