Elitnesia.id|Bireuen, Aceh — Nuansa religius dan kebersamaan mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Isra’ Mi’raj yang digelar Dayah Darul Mikhlishin Al-Amiriyah di Gampong Geulanggang Gampong (Cureh), Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Minggu (4/1/2026).
Kegiatan keagamaan tersebut dihadiri masyarakat, tokoh agama, unsur pemerintahan, serta anggota DPRK Bireuen Tgk Amryadi (Tgk Am Cureeh). Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan kuatnya sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat dalam menjaga nilai-nilai keislaman serta persatuan umat.
Peringatan Maulid Nabi dan Isra’ Mi’raj dimaknai sebagai momentum refleksi untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW sekaligus memperkuat keimanan dan ukhuwah Islamiyah. Rangkaian acara diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, lantunan shalawat Nabi, tausiah keagamaan, serta doa bersama yang berlangsung khidmat.
Pimpinan Dayah Darul Mikhlishin Al-Amiriyah, Jamaluddin Jafar atau Abati Cureh, menegaskan bahwa peringatan hari besar Islam tidak seharusnya berhenti pada aspek seremonial semata.
“Hikmah Maulid Nabi dan Isra’ Mi’raj harus menjadi pedoman dalam meningkatkan kualitas ibadah, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Pada hari yang sama, juga dilaksanakan doa bersama dan prosesi peusijuek (tepung tawar) untuk Bir Aly Tour and Travel Cabang Bireuen yang berlokasi di Cureh, Geulanggang Gampong. Prosesi adat Aceh tersebut turut diikuti 22 jamaah umrah perdana sebagai bentuk doa dan harapan agar seluruh jamaah diberikan kesehatan, keselamatan, serta kelancaran dalam menunaikan ibadah di Tanah Suci.
Kegiatan berlangsung tertib dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat serta tamu undangan. Perhelatan ini mencerminkan kuatnya tradisi keagamaan masyarakat Aceh yang senantiasa menjunjung nilai spiritual, kebersamaan, dan kearifan lokal yang berakar pada ajaran Islam.
Sumber : Amat Asah Parang
Editor/redaksi : Ipul pedank laut


Tidak ada komentar:
Posting Komentar