• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (556) Hukum (88) Internasional (191) Kampus (58) Lifestyle (16) Nasional (355) Politik (74)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Hentikan Drama, Jangan Rusak Psikologi Masyarakat di Tengah Bencana

    26 Januari 2026, 19:41 WIB Last Updated 2026-01-26T12:41:46Z

     

    Humas Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bireuen, Baihakki.

    Elitnesia.id|Bireuen,— Di tengah upaya pemulihan pascabencana, munculnya narasi provokatif di ruang publik dinilai berpotensi mengganggu proses pemulihan serta berdampak pada kondisi psikologis masyarakat terdampak. Penyebaran opini yang membangun persepsi seolah-olah pemerintah daerah menjadi pihak yang harus disalahkan secara tunggal dinilai tidak membantu situasi.



    Humas Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bireuen, Baihakki, menilai bahwa sejumlah narasi yang berkembang saat ini telah melampaui batas kritik konstruktif dan cenderung mengarah pada provokasi yang dapat memicu kegaduhan sosial.



    “Dalam kondisi masyarakat yang masih berduka, kritik seharusnya disampaikan secara bertanggung jawab dan solutif. Jika yang muncul justru provokasi, itu berisiko merusak psikologi warga yang sedang berada dalam kondisi rentan,” ujar Baihakki, Senin, (26/01/2026).



    Menurutnya, pihak-pihak yang membangun narasi destruktif kerap tidak disertai dengan tawaran solusi konkret. Sebaliknya, tekanan opini yang dibangun justru dapat menimbulkan kebingungan, perpecahan, serta menurunkan kepercayaan masyarakat.



    Baihakki juga mengingatkan agar kepala daerah tidak dijadikan satu-satunya pihak yang dipersalahkan dalam penanganan bencana. Ia menegaskan bahwa penanganan bencana merupakan kerja bersama yang melibatkan berbagai unsur dan tingkatan pemerintahan.



    “Penanganan bencana adalah kerja sistemik lintas lembaga dan lintas kewenangan. Jika ada kendala di lapangan, seharusnya disikapi dengan evaluasi dan solusi, bukan dengan saling menyalahkan,” katanya.




    APDESI Bireuen, lanjut Baihakki, mendorong seluruh keuchik dan perangkat desa untuk berperan aktif menjaga stabilitas sosial, ketenangan masyarakat, serta mengawal penyaluran bantuan dan proses pemulihan agar berjalan objektif, adil, dan transparan.



    “Desa harus menjadi ruang yang menenangkan masyarakat dan melindungi warga terdampak, bukan terjebak dalam konflik opini yang tidak produktif,” ujarnya.



    Ia menegaskan bahwa bencana merupakan tragedi kemanusiaan yang seharusnya direspons dengan empati, kolaborasi, dan kerja nyata, bukan dimanfaatkan sebagai ruang kepentingan tertentu.



    “Fokus utama saat ini adalah pemulihan dan keselamatan masyarakat. Semua pihak diharapkan dapat menahan diri dan berkontribusi secara positif,” pungkas Baihakki.



    Redaksi : Ipul pedank laut 

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini