• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (555) Hukum (88) Internasional (191) Kampus (58) Lifestyle (16) Nasional (353) Politik (74)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Jelang Hari Desa, TPP Bireuen Gotong Royong Pulihkan Rumah PLD Korban Banjir

    12 Januari 2026, 13:29 WIB Last Updated 2026-01-12T06:29:32Z

     


    Elitnesia.id|Bireuen,— Menjelang peringatan Hari Desa Nasional yang jatuh pada 15 Januari, Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Bireuen menunjukkan kepedulian nyata melalui aksi gotong royong sosial di Gampong Pantee Lhong, Kecamatan Peusangan, Senin (12/1/2026).



    Aksi tersebut dipusatkan di rumah Pendamping Lokal Desa (PLD), Juliadi Abdullah, yang terdampak parah akibat banjir besar beberapa waktu lalu. Kegiatan ini menjadi penegasan bahwa semangat Hari Desa tidak berhenti pada seremoni, melainkan diwujudkan melalui aksi kemanusiaan dan solidaritas di lapangan.



    Juliadi, yang bertugas di Kecamatan Kota Juang dan berdomisili di Gampong Pantee Lhong, mengungkapkan bahwa saat banjir melanda, ketinggian air di rumahnya mencapai sekitar 1,5 meter. Banjir merendam seluruh bagian rumah dan meninggalkan endapan lumpur setebal 10 sentimeter hingga satu meter di dalam rumah maupun halaman.



    “Waktu itu saya bersama istri, empat anak, dan ibu berada di rumah. Kami terpaksa menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi demi keselamatan,” kata Juliadi.



    Ia menambahkan, hampir seluruh peralatan rumah tangga rusak akibat terjangan banjir. Bahkan hingga kini, satu unit sepeda motor jenis Mio Sporty masih tertimbun lumpur dengan ketebalan mencapai satu meter, sehingga proses pemulihan pascabanjir menjadi cukup berat.



    “Terima kasih kepada rekan-rekan Pendamping Desa yang hari ini meluangkan waktu dan tenaga membantu membersihkan rumah dan halaman kami. Bantuan ini sangat berarti, apalagi dilakukan menjelang Hari Desa,” ujarnya dengan haru.



    Aksi gotong royong tersebut melibatkan puluhan Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bireuen. Dengan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, gerobak dorong, goni, dan sarung tangan, para pendamping bekerja bahu-membahu membersihkan lumpur di dalam rumah dan lingkungan sekitar.



    Koordinator Tim Pendamping Desa Kabupaten Bireuen, Zulfikar, SE, turut hadir dan terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pemilihan lokasi bakti sosial di rumah sesama pendamping merupakan bentuk empati dan solidaritas antar sesama.




    “Dalam rangka menyambut Hari Desa yang tinggal beberapa hari lagi, kami sepakat membantu rekan kami yang terdampak banjir parah. Ini wujud kebersamaan, kekompakan, dan rasa saling memiliki di antara para pendamping desa,” ujar Zulfikar.


    Secara sosial, kegiatan ini mencerminkan nilai dasar pembangunan desa yang bertumpu pada gotong royong, kepedulian, dan kemanusiaan. Pendamping Desa tidak hanya berperan sebagai fasilitator program pembangunan, tetapi juga hadir secara nyata ketika masyarakat—bahkan rekan sejawat—mengalami musibah.


    Momentum Hari Desa ini menjadi pengingat bahwa desa yang kuat tidak hanya dibangun melalui anggaran dan program, tetapi juga melalui solidaritas sosial yang hidup di tengah masyarakat. Melalui aksi gotong royong tersebut, TPP se-Kabupaten Bireuen menegaskan komitmennya untuk terus hadir, bekerja, dan berbakti bersama desa, terutama dalam situasi krisis dan pemulihan pascabencana.



    Sumber : Amat Asah Parang 

    Redaksi/editor: Ipul pedank laut 

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini