Elitnesia.id|Bireuen, — Lebih dari dua bulan pascabanjir hidrometeorologi yang melanda wilayah Aceh, kondisi Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Gampong Keurumbok, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, luput dari perhatian. Endapan lumpur setebal sekitar 30 sentimeter masih menutupi bagian dalam ruangan hingga halaman gedung, menyebabkan fasilitas pelayanan kesehatan dasar tersebut tak dapat difungsikan.
Bangunan Poskesdes yang berada di tepi jalan desa dan berdampingan dengan UPTD SD Negeri 11 Kutablang tampak terbengkalai. Meja pelayanan, kursi, serta peralatan kesehatan terlihat berserakan dan tertutup lumpur, sehingga memunculkan kesan seolah pelayanan kesehatan di gampong itu terhenti.
Kepedulian justru datang dari jajaran Polres Bireuen. Mengusung semangat Polri untuk Masyarakat, puluhan personel Polres Bireuen turun langsung membersihkan endapan lumpur di Poskesdes Keurumbok, Sabtu (31/1/2026), di Dusun Batee Timoh, Gampong Keurumbok.
Aksi gotong royong tersebut dikoordinir Kabag Ops Polres Bireuen Kompol Darmansyah dengan Ketua Tim AKP M. Tahar, S.H. Dengan peralatan sederhana seperti gerobak dorong, cangkul, sekop, dan sapu, para personel bahu-membahu membersihkan lumpur yang selama ini belum tersentuh.
Bidan Pembina Poskesdes Keurumbok, Suryawati, Amd.Kep (36), yang turut hadir di lokasi menjelaskan bahwa dirinya saat ini bertugas sementara. Bidan gampong sebelumnya telah dipindahkan sekitar sebulan sebelum musibah banjir terjadi.
Menurut Suryawati, meski gedung Poskesdes belum dapat difungsikan, pelayanan kesehatan masyarakat tetap berjalan. “Pelayanan balita, lansia, dan remaja tetap aktif, tetapi dilaksanakan di meunasah. Untuk ibu hamil, sebagian pelayanan dilakukan di Posyandu dan langsung ke Puskesmas kecamatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, tingkat kesadaran masyarakat terhadap kesehatan tergolong baik. “Tidak ada kasus stunting atau gizi buruk. Pemberian makanan tambahan dan vitamin tertangani, ibu hamil rutin memeriksakan kehamilan empat kali di Posyandu dan dua kali ke Puskesmas,” kata Suryawati.
Namun, kondisi Poskesdes pascabanjir memang belum pernah dibersihkan. Sejumlah fasilitas dan alat kesehatan, seperti meja, kursi, ruang pelayanan ibu hamil, alat cek darah dan kolesterol, serta timbangan bayi dilaporkan mengalami kerusakan akibat terendam lumpur.
Hal tersebut diperkuat Kader Posyandu sekaligus Kader Pembangunan Manusia (KPM) Gampong Keurumbok, Sri Izzati. Ia menyebutkan kegiatan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) rutin dilaksanakan setiap bulan di meunasah.
“Jika Posyandu dilakukan di Poskesdes, tidak akan mencukupi. Peserta balita bisa mencapai 50 anak, lansia sekitar 70 orang, dan remaja hingga 98 orang, belum termasuk pendamping,” ungkapnya.
Sementara itu, Keuchik Gampong Keurumbok, Munawir (38), didampingi Ketua Tuha Peut M. Diah (58), mengakui Poskesdes yang dibangun sejak 2007 tersebut belum tersentuh pembersihan lumpur karena warga masih fokus membersihkan rumah masing-masing pascabanjir. Selain itu, pelayanan kesehatan dialihkan ke meunasah, sementara bidan gampong baru mulai bertugas bulan ini.
Munawir menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polres Bireuen atas kepeduliannya. “Minggu lalu dayah dibersihkan, hari ini Poskesdes ikut dibersihkan. Ini bentuk kepedulian nyata yang sangat kami rasakan,” ujarnya.
Sumber : Amat Asah Parang
Editor : Ipul pedank laut

Tidak ada komentar:
Posting Komentar