• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (556) Hukum (88) Internasional (191) Kampus (58) Lifestyle (16) Nasional (355) Politik (74)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Pemdes Cot Tufah Serahkan Rumah Layak Huni untuk Bilal Masjid di Tengah Dampak Banjir

    29 Januari 2026, 11:54 WIB Last Updated 2026-01-29T04:54:41Z

     


    Elitnesia.id|Bireuen — Pemerintah Gampong Cot Tufah, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, menyerahkan kunci Rumah Layak Huni (RLH) kepada Agusri (43), bilal Masjid Baitussalam Gampong Cot Tufah, Kamis (29/1/2026). Penyerahan rumah yang berlokasi di Dusun Teuku Dileubu itu menjadi wujud kepedulian sosial pemerintah gampong terhadap warganya yang hidup dalam keterbatasan ekonomi, khususnya pascabencana banjir.



    Agusri selama ini tinggal bersama istrinya, Suryana (39), serta dua anak mereka, Muhammad Syahril Alim (11) dan Kafiyah Humaira (7), di sebuah gubuk sederhana yang sekaligus difungsikan sebagai kios kecil penjual minyak eceran di pinggir Jalan Nasional Banda Aceh–Medan. Kondisi hunian tersebut dinilai jauh dari kata layak, terutama dari sisi keselamatan dan kenyamanan keluarga.



    Prosesi penyerahan rumah diawali dengan doa bersama yang dipimpin Imum Gampong Cot Tufah, Tgk. Fatani, dilanjutkan dengan tepung tawar sebagai ungkapan syukur dan harapan keberkahan. Suasana haru dan religius mewarnai kegiatan tersebut, mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan di tengah masyarakat gampong.



    Camat Gandapura, Azmi, S.Ag, sebelum melakukan pemotongan pita, berpesan agar rumah bantuan tersebut dijaga dan dimanfaatkan sebaik mungkin. Ia menegaskan bahwa meskipun rumah bantuan memiliki keterbatasan, keberadaannya diharapkan dapat menjadi tempat tumbuhnya ketenangan, kenyamanan, serta peningkatan ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT bagi keluarga penerima.



    Sementara itu, Keuchik Gampong Cot Tufah, Asnawi Ismail (52), menjelaskan bahwa rumah layak huni berukuran 5 x 7 meter tersebut dibangun menggunakan Dana Desa Tahun Anggaran 2025 dengan total anggaran sekitar Rp70 juta. Pembangunan RLH ini merupakan implementasi Peraturan Bupati yang mewajibkan setiap gampong mengalokasikan Dana Desa untuk minimal satu unit rumah layak huni bagi warga kurang mampu.



    “Untuk tahun 2025, Gampong Cot Tufah baru mampu membangun satu unit rumah karena Dana Desa juga dialokasikan untuk sektor penting lainnya, seperti kesehatan dan infrastruktur persawahan, termasuk pembangunan sumur bor dan pintu air. Namun, pascabanjir beberapa waktu lalu, sebagian infrastruktur tersebut kembali rusak dan membutuhkan rehabilitasi,” ujar Asnawi.



    Ia menambahkan, penetapan Agusri sebagai penerima bantuan merupakan hasil musyawarah gampong bersama masyarakat agar bantuan tepat sasaran dan mencerminkan keadilan sosial. Dalam kesempatan itu, Keuchik juga melaporkan bahwa banjir yang melanda Cot Tufah menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga, jalan lintas desa, serta jalur rel kereta api. Karena itu, pihaknya berharap adanya perhatian lanjutan dari pemerintah daerah dan instansi terkait untuk pemulihan fasilitas umum.



    Penyerahan rumah layak huni ini menjadi bukti bahwa Dana Desa tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan harapan, martabat, dan keberkahan hidup bagi warga kurang mampu, khususnya mereka yang selama ini mengabdi bagi kepentingan agama dan masyarakat.



    Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Gandapura Azmi, S.Ag, Kasi Pemerintahan Kecamatan Gandapura Fadli, S.Ap, unsur keamanan kecamatan, perangkat dan Imum Gampong Cot Tufah, serta Koordinator Pendamping Desa Kecamatan Gandapura Sofyan Ramli bersama pendamping lokal desa, Muhammad Idris.



    Sumber : Amat Asah Parang 

    Redaksi/editor : Ipul pedank laut 

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini