Elitnesia.id|Bireuen — Kepedulian Polri terhadap keberlangsungan pendidikan keagamaan kembali ditunjukkan oleh jajaran Polres Bireuen. Puluhan personel diterjunkan untuk membersihkan endapan lumpur sisa banjir di lingkungan Dayah Syamsul Fata, Dusun Muda Panglima, Desa Keurumbok, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Rabu (28/1/2026).
Aksi gotong royong tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan sarana dan prasarana pendidikan dayah pascabencana banjir hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut. Pembersihan dilakukan secara menyeluruh, baik di halaman maupun di dalam ruang belajar, yang hingga kini masih tertutup lumpur.
Kegiatan sosial ini dikoordinir oleh Kabag Ops Polres Bireuen Kompol Darmansyah, dengan Ketua Tim Kasat Binmas AKP Darmawi. Puluhan personel tampak berjibaku membersihkan lumpur tebal menggunakan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, dan gerobak dorong guna mempercepat pemulihan lingkungan dayah.
Pimpinan Dayah Syamsul Fata, Tgk Multazam (50), menjelaskan bahwa aktivitas belajar mengajar sementara diliburkan, selain dalam rangka menyambut Bulan Ramadhan, juga karena kondisi dayah yang belum sepenuhnya pulih.
“Banjir menyebabkan banyak ruang belajar dan kitab-kitab pengajian rusak serta berlumpur. Dayah ini memiliki 12 lokal belajar, dua balai, satu pustaka, dan satu balai besar yang biasa digunakan untuk pengajian umum ibu-ibu setiap malam Rabu dengan jamaah sekitar 50 orang,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat banjir ketinggian air di lingkungan dayah mencapai lebih dari satu meter, dengan endapan lumpur setebal sekitar 20 sentimeter, sehingga sangat mengganggu kebersihan dan kenyamanan lingkungan belajar para santri.
Dayah Syamsul Fata yang berdiri sejak 1996 dan bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Bireuen sejak 2000 ini juga aktif sebagai Majelis Pengajian Tauhid Tasawuf (MPTT) Cabang Darul Ihsan Labuhan Haji, Aceh Selatan.
Sementara itu, Keuchik Gampong Keurumbok, Munawir, menyampaikan bahwa Dayah Syamsul Fata turut difungsikan sebagai lokasi pengungsian warga saat banjir, selain Meunasah gampong.
“Di Gampong Keurumbok terdapat dua posko pengungsian dengan jumlah sekitar 125 kepala keluarga. Dayah Syamsul Fata menjadi posko kedua, sedangkan Meunasah sebagai posko utama untuk memudahkan penyaluran bantuan,” jelasnya.
Munawir mengapresiasi keterlibatan Polres Bireuen dalam membantu pemulihan pascabanjir di wilayahnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polres Bireuen dan seluruh jajaran yang telah membantu membersihkan lumpur di lingkungan dan ruang belajar dayah, sehingga sangat meringankan beban masyarakat,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Polres Bireuen tidak hanya menjalankan fungsi pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung kebersihan, kenyamanan, serta keberlanjutan pendidikan agama di tengah masyarakat pascabencana.
Sumber : Amat Asah Parang
Editor/redaksi : Ipul pedank laut


Tidak ada komentar:
Posting Komentar