Elitnesia.id|Jakarta ,— Presiden kelima Republik Indonesia, Megawati Sukarnoputri, menerima gelar doktor kehormatan dari Universitas Putri Nourah bint Abdulrahman, Riyadh, Arab Saudi. Penghargaan tersebut menjadikan Megawati sebagai warga negara asing pertama yang memperoleh gelar kehormatan dari universitas khusus perempuan terbesar di dunia itu.
Megawati, yang juga merupakan putri sulung Presiden pertama RI Sukarno dan Ketua Umum PDI Perjuangan, menjabat sebagai Presiden Indonesia pada periode 2001–2004. Pada usia 79 tahun, ia dianugerahi gelar doktor kehormatan dalam bidang organisasi dan hukum dalam sebuah upacara yang dipimpin oleh Pelaksana Tugas Rektor Universitas Putri Nourah, Dr Fawzia bint Sulaiman Al-Amro, pada Senin (waktu setempat).
Dalam pernyataan resminya, pihak universitas menyebutkan bahwa penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Megawati selama masa kepemimpinannya, khususnya dalam bidang sosial, organisasi, dan hukum, serta perannya dalam memperkuat kepemimpinan institusional di Indonesia.
Gelar ini menjadi doktor kehormatan ke-11 yang diterima Megawati. Sebelumnya, ia memperoleh penghargaan serupa dari sejumlah perguruan tinggi di dalam dan luar negeri, antara lain dari Moscow State Institute of International Relations pada 2003 dan Universitas Soka, Jepang, pada 2020. Selain itu, Megawati juga pernah dianugerahi gelar profesor kehormatan, termasuk dari Seoul Institute of the Arts pada 2022.
Dalam pidato penerimaannya, Megawati menyampaikan apresiasinya kepada Universitas Putri Nourah yang dinilainya menjadi simbol kemajuan perempuan dalam bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan pengabdian kepada masyarakat. “Melihat begitu banyak perempuan cerdas di sini, saya merasa sangat bangga,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemberdayaan perempuan bukanlah ancaman bagi nilai, budaya, atau tradisi. Menurut Megawati, kemajuan sebuah bangsa justru ditentukan oleh kemampuannya memanfaatkan seluruh potensi sumber daya manusia. “Bangsa yang kuat adalah bangsa yang tidak membiarkan separuh kekuatan sosialnya terpinggirkan oleh sejarah,” katanya.
Megawati dikenal sebagai salah satu tokoh politik dengan pengaruh panjang dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Pada masa pemerintahannya, Indonesia untuk pertama kali menyelenggarakan pemilihan presiden secara langsung, yang menjadi tonggak penting dalam konsolidasi demokrasi pascareformasi 1998.
Redaksi : Ipul pedank laut

Tidak ada komentar:
Posting Komentar