• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (556) Hukum (88) Internasional (191) Kampus (58) Lifestyle (16) Nasional (355) Politik (74)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Pra-Musrenbang Tematik Stunting Gandapura Tegaskan Komitmen Konvergensi Pascabencana

    05 Februari 2026, 12:28 WIB Last Updated 2026-02-05T17:40:46Z


    Elitnesia.id|Bireuen – Pemerintah Kecamatan Gandapura menggelar Pra-Musrenbang Tematik Stunting (Rembuk Stunting) dengan tema Optimalisasi Pencegahan dan Penurunan Stunting Pascabencana Banjir dan Longsor Hidrometeorologi, Kamis (5/2/2026), di Balai Desa Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen.



    Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting sekaligus wujud komitmen lintas sektor untuk memastikan intervensi pencegahan stunting berjalan terintegrasi, tepat sasaran, dan berkelanjutan, khususnya di wilayah terdampak bencana.



    Acara dibuka Camat Gandapura, Azmi, S.Ag, di hadapan sekitar seratus peserta. Dalam sambutannya, Azmi menegaskan bahwa Pra-Musrenbang Tematik Stunting menjadi forum strategis untuk menyatukan berbagai program lintas sektor dalam upaya menurunkan angka stunting secara signifikan.



    “Melalui rembuk stunting ini, kita menyamakan persepsi dan memperkuat kolaborasi agar setiap program intervensi benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.



    Azmi juga mengingatkan para keuchik dan peserta agar menyampaikan kepada warga pemegang Kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk mendatangi puskesmas terdekat guna mengaktifkan kepesertaan, sebagai bagian dari penguatan akses layanan kesehatan dasar.



    Kepala Puskesmas Mon Keulayu, dr. Nely Srihartati, memaparkan capaian, tantangan, serta langkah-langkah penanganan stunting di wilayah Kecamatan Gandapura. Ia menjelaskan alur penanganan, data capaian, kendala di lapangan, serta edukasi bagi ibu terkait pemenuhan gizi, kesehatan, dan kebersihan lingkungan.



    Menurut dr. Nely, penanganan stunting dilakukan secara berjenjang dan terkoordinasi melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang dibentuk mulai dari tingkat nasional hingga gampong, dengan camat, puskesmas, TP PKK, dan keuchik sebagai pengarah di tingkat lokal.



    “Pengawasan dan penanganan stunting akan lebih efektif jika seluruh elemen terlibat, mulai dari perbaikan lingkungan, pemenuhan gizi, pemberian makanan tambahan, hingga penguatan Posyandu Integrasi Layanan Primer sebagai pusat layanan kesehatan dasar masyarakat,” katanya.



    Ia menambahkan, deteksi dini stunting dilakukan di Posyandu, sementara penanganan lanjutan dilaksanakan di puskesmas sesuai standar pelayanan kesehatan.



    Menanggapi pertanyaan peserta terkait keterbatasan tenaga dan honor kader Posyandu Integrasi Layanan Primer di gampong, Sekretaris Puskesmas Gandapura, Muntasir, SKM, menyatakan pihak puskesmas siap membantu tenaga kesehatan dalam setiap pelaksanaan Posyandu, meskipun saat ini belum terdapat petunjuk teknis atau peraturan bupati yang mengatur secara rinci penggunaan dana desa untuk kegiatan tersebut.



    “Kami siap mendukung pelaksanaan Posyandu di gampong. Yang terpenting, jadwal kegiatan disampaikan agar kami dapat menyiapkan pendampingan tenaga kesehatan,” ujarnya.



    Pada akhir kegiatan, panitia membacakan dan menyepakati dokumen komitmen bersama para pemangku kepentingan Kecamatan Gandapura, yang ditandatangani oleh unsur Muspika, puskesmas, pendamping desa, para keuchik, serta TP PKK sebagai bentuk keseriusan dalam percepatan penurunan stunting.



    Koordinator Pendamping Desa Kecamatan Gandapura, Sofyan Ramli, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor di tengah keterbatasan anggaran dana desa tahun 2026. Ia mengingatkan bahwa prioritas penggunaan Dana Desa tetap menempatkan program kesehatan, termasuk rembuk stunting, sebagai agenda utama.



    Kegiatan ini diikuti unsur Muspika Kecamatan Gandapura, antara lain Camat Azmi, S.Ag, Kapolsek Gandapura AKP Hendri Yunan, Danramil 08 Gandapura Kapten Nurdin Juned, Kepala KUA Gandapura Abdul Halim, SE., M.Kom, Koordinator Pendamping Desa Sofyan Ramli, Kepala UPTD KB Kecamatan Junita, SE, para keuchik, TP PKK se-Kecamatan Gandapura, pendamping desa dan pendamping lokal desa, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Gandapura dan Puskesmas Mon Keulayu.



    Pra-Musrenbang Tematik Stunting ini diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan, memastikan setiap intervensi berjalan efektif, serta menjangkau kelompok sasaran secara tepat, khususnya ibu hamil, balita, dan keluarga berisiko stunting di Kecamatan Gandapura.


    Sumber : amat Asah Parang 

    Editor : Ipul pedank laut 

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini