Elitnesia.id|Aceh Utara, — Sosok Muhammad Adam menjadi salah satu potret inspiratif generasi muda Aceh yang berhasil menembus panggung internasional tanpa melupakan akar kampung halamannya. Alumni Flinders University, Australia tersebut memiliki rekam jejak akademik global, pengalaman kerja di lingkungan diplomatik, hingga aktif dalam dunia kebijakan publik dan literasi.
Lahir di Aceh Utara, 1 Oktober 1987, Adam menempuh pendidikan sarjana di IAIN Lhokseumawe pada jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Setelah itu, ia melanjutkan studi magister di Flinders University, Australia, dengan konsentrasi Educational Leadership and Management.
Perjalanan akademiknya menuju Australia tidaklah mudah. Berbekal tekad serta prestasi akademik, Adam berhasil melanjutkan pendidikan melalui program beasiswa dan mengikuti berbagai program internasional yang memperkaya perspektif globalnya.
Salah satu pengalaman penting yang pernah ia jalani adalah mengikuti program studi singkat di Ohio University, Amerika Serikat, yang didukung oleh United States Department of State. Program tersebut memberinya pengalaman serta wawasan tentang kepemimpinan, pendidikan global, dan pembangunan sumber daya manusia.
Dalam perjalanan karier profesionalnya, Adam juga pernah berkiprah di ranah diplomasi. Ia dipercaya menjabat sebagai Program Manager di Kedutaan Besar Australia di Jakarta. Dalam posisi tersebut, ia terlibat dalam pengelolaan berbagai program kerja sama pendidikan serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia antara Indonesia dan Australia.
Sepulang dari berbagai pengalaman internasional, Adam memilih terlibat langsung dalam pembangunan daerah melalui jalur politik dan kebijakan publik. Ia aktif di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan menjabat sebagai Wakil Sekretaris DPW PKB Aceh serta Wakil Ketua I DPC PKB Aceh Utara.
Pada Pemilu 2024, Adam juga maju sebagai calon anggota DPR RI dari daerah pemilihan Aceh II dan berhasil memperoleh dukungan puluhan ribu suara dari masyarakat.
Selain aktivitas politik, sejak 2019 ia juga berkiprah sebagai Tenaga Ahli Anggota DPR RI H. Ruslan Daud (HRD). Melalui peran tersebut, ia terlibat dalam merancang serta mengawal berbagai kebijakan pembangunan di tingkat nasional.
Di luar dunia politik, Adam dikenal aktif menulis dan kerap menuangkan gagasannya dalam berbagai tulisan maupun buku. Tema yang diangkatnya beragam, mulai dari perdamaian, kepemudaan, pendidikan global hingga pengalaman internasional.
Kiprah literasinya memperkuat citranya sebagai tokoh muda yang tidak hanya bergerak di ruang politik, tetapi juga berkontribusi dalam membangun wacana publik melalui tulisan.
Pada Senin (9/3/2026), Muhammad Adam resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Forum Alumni UIN Sultanah Nahrasyiah Lhokseumawe dalam Musyawarah Besar Alumni yang dirangkaikan dengan kegiatan buka puasa bersama.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Biro Direktorat Kampus UIN Sultanah Nahrasyiah Lhokseumawe dan dihadiri para alumni dari berbagai angkatan dalam suasana penuh kebersamaan.
Dalam sambutannya usai ditetapkan sebagai ketua, Adam menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh para alumni.
“Ini adalah amanah besar dari teman-teman alumni. InsyaAllah kita akan memperkuat kebersamaan dan mempererat silaturahmi antar alumni lintas generasi,” ujar Adam.
Menurutnya, jaringan alumni memiliki potensi besar di berbagai bidang profesi yang dapat menjadi kekuatan strategis bagi kemajuan almamater.
“Jika alumni bersatu dan saling mendukung, kita bisa memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan universitas serta masyarakat luas,” katanya.
Musyawarah besar tersebut dipimpin oleh Muhammad Nazar Arsyi selaku pimpinan sidang. Proses sidang berlangsung tertib hingga akhirnya seluruh peserta forum secara bulat menyepakati Muhammad Adam sebagai Ketua Forum Alumni.
Kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang diikuti para alumni yang hadir. Momentum kebersamaan di bulan suci Ramadan itu sekaligus menjadi ajang mempererat silaturahmi serta memperkuat jaringan alumni lintas generasi.
Dengan latar belakang pendidikan internasional, pengalaman kerja di lembaga diplomatik, serta aktivitas di dunia politik dan literasi, Muhammad Adam dinilai sebagai representasi generasi muda Aceh yang mampu menembus panggung global.
Perjalanannya dari Aceh menuju Australia hingga kembali mengabdi untuk masyarakat menjadi bukti bahwa anak daerah dapat bersaing di tingkat dunia sekaligus memberi dampak nyata bagi pembangunan bangsa.
Sumber : Liputan7.id
Editor/redaksi : Ipul pedank laut

Tidak ada komentar:
Posting Komentar