• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (556) Hukum (93) Internasional (191) Kampus (58) Lifestyle (16) Nasional (360) Politik (75)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Ketua SEMMI Bireuen Soroti Teror terhadap Aktivis KontraS, Negara Diminta Hadir Lindungi Aktivis

    17 Maret 2026, 00:19 WIB Last Updated 2026-03-16T17:37:19Z
    Ketua Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Bireuen, Zaful.


    Elitnesia.id|Bireuen – Ketua Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Bireuen, Zaful, menyoroti keras tindakan kekerasan berupa penyiraman terhadap seorang aktivis dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Peristiwa tersebut dinilai sebagai bentuk teror terhadap gerakan masyarakat sipil yang selama ini konsisten memperjuangkan nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, serta penegakan hak asasi manusia.


    Zaful kepada awak media, Senin (16/3/2026), menyampaikan bahwa tindakan kekerasan terhadap aktivis kemanusiaan merupakan ancaman serius terhadap kehidupan demokrasi di Indonesia.


    Menurutnya, serangan terhadap aktivis sipil tidak hanya menyasar individu semata, tetapi juga menjadi upaya membungkam suara kritis yang selama ini berperan penting dalam mengawal jalannya negara hukum serta memperjuangkan perlindungan bagi korban pelanggaran hak asasi manusia.


    “Peristiwa ini mencerminkan adanya upaya untuk menebar rasa takut terhadap para pejuang kemanusiaan. Aktivis yang selama ini mengadvokasi korban kekerasan justru menjadi target intimidasi. Hal ini tidak boleh dibiarkan dalam negara yang mengaku menjunjung tinggi supremasi hukum,” ujar Zaful.


    Ia menegaskan bahwa negara memiliki kewajiban konstitusional untuk menjamin keamanan setiap warga negara, termasuk para aktivis yang bekerja di sektor advokasi hak asasi manusia.


    Karena itu, SEMMI Bireuen mendesak aparat penegak hukum untuk segera bertindak cepat, transparan, dan profesional dalam mengungkap pelaku maupun dalang di balik peristiwa tersebut.


    “Hukum tidak boleh tunduk pada kepentingan apa pun. Aparat penegak hukum harus mengusut tuntas kasus ini tanpa tebang pilih. Jika tidak, maka kepercayaan publik terhadap komitmen negara dalam melindungi demokrasi dan hak asasi manusia akan semakin tergerus,” tegasnya.


    Lebih lanjut, SEMMI menilai bahwa ruang demokrasi yang sehat hanya dapat terwujud apabila negara mampu menjamin kebebasan sipil dan melindungi para pembela hak asasi manusia dari segala bentuk ancaman maupun kekerasan.


    Dalam konteks tersebut, tindakan represif terhadap aktivis sipil dinilai sebagai kemunduran serius bagi proses konsolidasi demokrasi di Indonesia.


    Sebagai organisasi kepemudaan yang lahir dari tradisi perjuangan moral dan intelektual, SEMMI menyatakan solidaritas terhadap para aktivis kemanusiaan serta seluruh elemen masyarakat sipil yang terus berjuang menegakkan nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan.


    “Perjuangan melawan ketidakadilan tidak boleh dipatahkan oleh teror dan kekerasan. Negara harus hadir secara tegas memastikan keadilan ditegakkan serta menjamin agar tindakan serupa tidak kembali terulang di masa mendatang,” pungkasnya.


    Redaksi : Ipul pedank laut 

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini