• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (563) Hukum (93) Internasional (191) Kampus (58) Lifestyle (16) Nasional (360) Politik (81)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Stok Darah Menipis, ABMA dan GPPM Gelar Donor Darah di Bireuen

    09 April 2026, 14:29 WIB Last Updated 2026-04-09T07:29:34Z

     

    Sejumlah warga mengikuti kegiatan donor darah di dalam mobil donor yang digelar ABMA dan GPPM di Bireuen, Kamis (9/4/2026). Tampak Agusti Randa (kanan), Wardati (tengah), dan Syukri (kiri) saat proses donor berlangsung.

    Elitnesia.id|Bireuen,— Upaya membantu pemenuhan stok darah di Kabupaten Bireuen terus dilakukan. Kali ini, Aliansi Bumi Mulia Aceh (ABMA) bersama Gerakan Pemuda Peduli Masyarakat (GPPM) menggelar aksi donor darah di Alun-alun Kota Juang, Kamis (9/4/2026), dengan hasil 52 kantong darah terkumpul.


    Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat dan menjadi bagian dari upaya mendorong kepedulian sosial di tengah masih terbatasnya ketersediaan darah di rumah sakit.


    Direktur RSUD dr. Fauziah Bireuen, dr. Minar Mushari, Sp.S., melalui petugas Unit Transfusi Darah (UTD), Wardati, S.K.M., M.K.M., menegaskan bahwa kebutuhan darah di Bireuen masih belum sepenuhnya terpenuhi setiap bulan.


    “Setiap bulan kita masih kekurangan darah. Padahal, jika sekitar dua persen saja dari jumlah penduduk rutin mendonorkan darah, maka kebutuhan darah dapat terpenuhi,” ujar Wardati.


    Ia menekankan pentingnya menjadikan donor darah sebagai kebiasaan, bukan sekadar kegiatan insidental. Selain membantu pasien yang membutuhkan, donor darah juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonor.


    Ketua ABMA Bireuen, Saiful Bahri (tengah), bersama panitia dan peserta usai kegiatan donor darah yang digelar ABMA dan GPPM di Alun-alun Kota Juang, Bireuen, Kamis (9/4/2026).


    Menurutnya, kesadaran masyarakat perlu terus ditingkatkan agar ketersediaan darah tetap stabil, tidak hanya saat kondisi darurat.


    “Donor darah harus menjadi budaya. Jangan menunggu stok menipis baru panik. Setetes darah bisa menyelamatkan nyawa,” katanya.


    Wardati menambahkan, upaya meningkatkan stok darah tidak bisa hanya mengandalkan kegiatan sesaat, melainkan membutuhkan gerakan berkelanjutan agar donor darah menjadi kebiasaan di tengah masyarakat.


    Ketua ABMA Bireuen, Saiful Bahri (tengah), menyerahkan suvenir berupa cobek dan ulekan kepada pendonor pada kegiatan donor darah yang digelar ABMA dan GPPM di Bireuen, Kamis (9/4/2026).


    Sementara itu, Ketua ABMA Bireuen, Saiful Bahri, menyampaikan apresiasi kepada para pendonor dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.


    “Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan suvenir berupa cobek dan ulekan—yang dalam bahasa Aceh dikenal sebagai caprok dan lagoen—kepada pendonor ,” ujarnya.


    Partisipasi masyarakat juga terlihat dari kehadiran para pendonor, di antaranya Junaidi (50) yang telah dua kali mendonor, Agusti Randa (42) lima kali donor, Syukri (53) lima kali donor, serta Halimah (25) yang telah sepuluh kali mendonorkan darahnya.


    Redaksi : Ipul pedank laut 

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini