Elitnesia.id|Bireuen,- Gerakan TurunTangan melalui TurunTangan Bireuen menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan dan Penyakit Menular Seksual (PMS) bagi remaja tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Aula SMA Negeri 2 Bireuen, Kabupaten Bireuen, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan yang diikuti ratusan siswa tersebut diinisiasi oleh Gerakan TurunTangan bersama TurunTangan Bireuen dengan dukungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen, SMA Negeri 2 Bireuen, serta Rumah Aspirasi dan Advokasi Rakyat (RADAR).
Koordinator TurunTangan Bireuen, Syibran Malasi, SP., menegaskan pentingnya edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja sebagai bekal menghadapi masa depan yang sehat dan bertanggung jawab.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya preventif untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja terkait bahaya pergaulan bebas serta penyakit menular seksual.
“Remaja adalah aset bangsa yang harus kita lindungi. Dengan memberikan edukasi yang tepat sejak dini, kita membantu mereka membangun masa depan yang lebih sehat dan produktif,” ujar Syibran Malasi, SP.
Ia berharap program serupa dapat terus dilaksanakan dan diperluas ke sekolah-sekolah lain di Kabupaten Bireuen agar semakin banyak remaja memperoleh akses informasi kesehatan yang benar dan komprehensif.
Dalam kegiatan itu, sejumlah narasumber menyampaikan materi edukatif terkait kesehatan reproduksi dan pencegahan kekerasan seksual.
Direktur Kantor Hukum RADAR, Azhari, S.Sy., MH., CPM., menyampaikan materi mengenai kekerasan dan pelecehan seksual yang dinilai masih marak terjadi, bahkan terhadap anak-anak.
Menurutnya, penguatan nilai iman dan takwa penting untuk membentengi diri serta meminimalisir terjadinya kasus kekerasan seksual di tengah masyarakat.
“Kantor Hukum RADAR membuka jasa pendampingan hukum dan konsultasi gratis terkait perkara hukum. Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan, kantor kami terbuka lebar,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen, dr, Irwan,. memaparkan materi bertajuk “Membangun Masa Depan Sehat: Pencegahan HIV/AIDS, Sifilis, dan Hepatitis pada Remaja”.
Ia menjelaskan tentang cara penularan, gejala, serta pentingnya pencegahan dini terhadap penyakit menular seksual. Selain itu, dr. Irwan juga mendorong para remaja untuk berani berkomunikasi secara terbuka mengenai kesehatan seksual dan mencari informasi dari sumber terpercaya.
Narasumber lainnya, Kepala SMA Negeri 2 Bireuen, Hasan Basri, S.Pd., MM., mengapresiasi gerakan edukatif yang digagas kalangan muda tersebut.
“Kami sangat mendukung gerakan positif dari anak-anak muda. Jika generasi muda tidak peduli terhadap persoalan krusial seperti ini, maka bukan tidak mungkin akan menjadi bom waktu bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Acara ditutup dengan sesi tanya jawab serta pembagian hadiah bagi peserta yang aktif selama sosialisasi berlangsung.
Redaksi : Ipul pedank laut



Tidak ada komentar:
Posting Komentar