• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (572) Hukum (94) Internasional (191) Kampus (58) Lifestyle (16) Nasional (361) Politik (91)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Geulanggang Gampong Bangun Sentra Melon, Hidupkan Kembali Wisata Paya Santewan

    09 Juli 2026, 18:32 WIB Last Updated 2026-07-09T11:33:50Z

     

    Keuchik Geulanggang Gampong, Teuku Saifunna, turun langsung mengoperasikan ekskavator saat membuka lahan seluas sekitar 1,5 hektare untuk pengembangan sentra budidaya melon milik BUMDes Cureeh Mandiri di kawasan Paya Santewan (Bukit Cinta), Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Kamis (9/7/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus menghidupkan kembali kawasan wisata desa.

    Elitnesia.id|Bireuen ,– Pemerintah Gampong Geulanggang Gampong, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, mulai mengembangkan kawasan budidaya melon sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cureeh Mandiri.


    Langkah tersebut ditandai dengan pembukaan lahan seluas sekitar 1,5 hektare di kawasan Paya Santewan atau Bukit Cinta, Kamis (9/7/2026). Menariknya, Keuchik Geulanggang Gampong, Teuku Saifunna, turun langsung mengoperasikan ekskavator untuk membentuk petak-petak tanam sebagai tahap awal pengembangan sentra melon.


    Di lokasi itu, lahan dibagi menjadi petak berukuran 5 x 10 meter yang akan dimanfaatkan untuk budidaya melon. Menurut Teuku Saifunna, keterlibatannya merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah desa dalam memastikan program berjalan sesuai rencana.


    "Program ini bukan sekadar menanam melon. Kami ingin membangun usaha desa yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan BUMDes, sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat," ujarnya.


    Direktur BUMDes Cureeh Mandiri, Hamli, mengatakan budidaya melon menjadi unit usaha baru yang melengkapi sektor produktif lain yang telah dijalankan BUMDes.


    Selama ini, BUMDes Cureeh Mandiri telah mengelola kolam budidaya ikan air tawar seluas sekitar 2,5 hektare yang membudidayakan ikan gurami dan sejumlah jenis ikan konsumsi lainnya. Usaha tersebut telah memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Gampong (PAD) sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga.


    Menurut Hamli, pengembangan berbagai sektor usaha dilakukan agar perekonomian desa tidak bergantung pada satu sumber pendapatan.


    "Kami ingin membangun usaha yang saling terhubung, mulai dari pertanian, perikanan hingga pariwisata desa. Dengan begitu, manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat akan lebih luas dan berkelanjutan," katanya.


    Selain sektor pertanian dan perikanan, BUMDes Cureeh Mandiri juga mengelola kawasan Wisata Paya Santewan atau Bukit Cinta. Sebelum terdampak bencana banjir hidrometeorologi, kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu tujuan rekreasi masyarakat dengan berbagai wahana, seperti flying fox, bebek dayung, pusat kuliner UMKM, dan fasilitas rekreasi keluarga.


    Aktivitas wisata sempat terhenti setelah sejumlah fasilitas mengalami kerusakan akibat bencana. Namun, pemerintah gampong memastikan upaya pemulihan akan dilakukan secara bertahap.


    Teuku Saifunna mengatakan, pengembangan sentra budidaya melon menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali kawasan tersebut sebagai pusat agrowisata desa.


    "Kami ingin Paya Santewan kembali menjadi pusat aktivitas masyarakat. Setelah sektor pertanian berjalan, kami akan mengaktifkan kembali kawasan wisata, kuliner UMKM, wahana permainan, serta potensi ekonomi lainnya secara bertahap," ujarnya.


    Ia menilai budidaya melon memiliki prospek yang menjanjikan karena nilai jualnya relatif tinggi, masa panennya singkat, dan permintaan pasar terus meningkat.


    Pemerintah Gampong Geulanggang Gampong berharap sinergi antara sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata mampu melahirkan kawasan agrowisata yang produktif, edukatif, dan berkelanjutan. Model pengembangan tersebut juga diharapkan menjadi contoh pemanfaatan Dana Desa melalui BUMDes yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, peningkatan ketahanan pangan, serta penguatan kemandirian ekonomi desa.


    Sumber : Amat Asah Parang 

    Redaksi : Ipul pedank laut 

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini