Elitnesia.id|Bireuen – Khatib Jumat di Masjid Babuttaqwa, Gampong Jaromah Mee, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Jumat (24/7/2026), Tgk. Hanafiah M. Ali, S.Ag., M.A. mengajak seluruh umat Islam untuk memanfaatkan setiap nikmat yang Allah SWT berikan sebelum datang masa yang menghalanginya. Dalam khutbahnya, ia mengangkat tema "Jaga Lima Sebelum Datang yang Lima", yang diambil dari hadis Rasulullah SAW.
Di hadapan puluhan jamaah, Tgk. Hanafiah menegaskan bahwa waktu merupakan modal utama kehidupan manusia. Namun, tidak sedikit yang menyia-nyiakan waktu sehingga berakhir dengan penyesalan.
"Waktu adalah amanah dan modal terbesar dalam kehidupan. Rasulullah SAW telah memberikan wasiat yang sangat mendalam agar kita tidak menyesal di kemudian hari, yaitu menjaga lima perkara sebelum datang lima perkara lainnya," ujar Tgk. Hanafiah.
Ia kemudian mengutip hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Al-Hakim, yakni "Jagalah lima perkara sebelum datang lima perkara: masa mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu."
Dalam penjelasannya, Tgk. Hanafiah menguraikan satu per satu makna dari pesan tersebut.
Pertama, jagalah masa muda sebelum datang masa tua. Menurutnya, masa muda merupakan waktu terbaik untuk memperbanyak ibadah, menuntut ilmu, dan melakukan amal saleh. Ia mengingatkan generasi muda agar tidak menghabiskan usia mudanya dalam perbuatan yang sia-sia maupun kemaksiatan.
Kedua, jagalah kesehatan sebelum datang sakit. Kesehatan adalah nikmat besar yang sering terlupakan. Saat tubuh masih sehat, umat Islam hendaknya memperbanyak ibadah, karena ketika sakit datang, bahkan untuk bangkit dari tempat tidur pun terasa berat.
Ketiga, jagalah kekayaan sebelum datang kemiskinan. Harta, kata dia, merupakan amanah sekaligus ujian dari Allah SWT. Oleh sebab itu, kekayaan hendaknya dimanfaatkan untuk bersedekah, membantu sesama, dan digunakan di jalan yang diridhai Allah.
Keempat, jagalah waktu luang sebelum datang kesibukan. Ia menyoroti kebiasaan sebagian masyarakat yang menghabiskan waktu berjam-jam di media sosial atau tempat nongkrong, namun merasa berat meluangkan beberapa menit untuk membaca Al-Qur'an, menuntut ilmu agama, maupun melaksanakan salat berjamaah.
"Sering kali kita merasa tidak punya waktu untuk beribadah. Padahal berjam-jam di warung kopi atau bermain media sosial tidak terasa, sementara sepuluh menit untuk salat berjamaah terasa begitu berat. Ini menjadi bahan renungan bagi kita semua," pesannya.
Kelima, jagalah hidup sebelum datang kematian. Menurutnya, inilah inti dari seluruh pesan Rasulullah SAW. Dunia hanyalah tempat beramal, sedangkan akhirat adalah tempat menerima balasan atas seluruh amal perbuatan.
"Kematian adalah kepastian yang selalu mengintai setiap manusia. Jangan menunda taubat hingga esok hari, karena tidak ada seorang pun yang mengetahui apakah ia masih diberi kesempatan hidup pada hari berikutnya," tutur Tgk. Hanafiah.
Menutup khutbahnya, Tgk. Hanafiah mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan hadis tersebut sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
"Mari kita menjaga lima perkara sebelum datang lima perkara lainnya. Semoga Allah SWT memberikan kepada kita kekuatan untuk memanfaatkan setiap nikmat yang telah dianugerahkan, mengakhiri kehidupan dalam keadaan husnul khatimah, serta memasukkan kita ke dalam surga-Nya yang tinggi dan penuh kemuliaan. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin," tutupnya.
Sumber : Muhammad Idris (Amat Asah Parang)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar