![]() |
| Sekretaris BRR Aceh, Mustafa. |
Elitnesia.id|Bireuen, — Badan Representasi Rakyat (BRR) Aceh mengapresiasi kesigapan Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam menangani bencana yang melanda sejumlah wilayah di daerah tersebut. Penanganan dinilai cepat, terkoordinasi, dan mampu menjaga stabilitas sosial masyarakat.
Sekretaris BRR Aceh, Mustafa, dalam keterangan tertulisnya menyebut kepemimpinan Bupati Bireuen Hj. Mukhlis ST menunjukkan respons yang cepat sejak hari pertama bencana terjadi. Menurut dia, bupati tidak hanya mengandalkan laporan administratif, tetapi turun langsung ke lapangan untuk memastikan penanganan berjalan sesuai kebutuhan warga.
“Sejak awal, Bupati Mukhlis langsung berada di lokasi terdampak, memantau distribusi bantuan, mengecek kebutuhan masyarakat, serta berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait. Ini mencerminkan kepemimpinan yang bekerja langsung di lapangan,” ujar Mustafa.
BRR Aceh menilai langkah tersebut berdampak positif terhadap pengendalian situasi di tengah kondisi darurat. Koordinasi lintas sektor, mulai dari BPBD, Dinas Sosial, unsur kecamatan, relawan, hingga perangkat gampong, dinilai berjalan tertib dan saling melengkapi.
Terkait isu dugaan penumpukan logistik di gudang BPBD yang sempat beredar di media sosial, Mustafa menyatakan tidak menemukan fakta yang mendukung narasi tersebut. Berdasarkan pemantauan di lapangan, distribusi bantuan disebut berjalan secara rutin dan merata.
“Tidak ada laporan masyarakat yang menyatakan bantuan terhambat atau tidak tersalurkan. Setiap kecamatan menerima bantuan sesuai data yang ada, bahkan dalam beberapa kasus lebih cepat dari perkiraan,” kata Mustafa.
Ia menambahkan, penyebaran informasi yang tidak berdasar di tengah situasi bencana berpotensi menimbulkan keresahan dan memperkeruh suasana pemulihan. Karena itu, BRR Aceh mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan mengedepankan informasi yang faktual.
Mustafa juga menilai karakter kepemimpinan Bupati Mukhlis yang tenang namun tegas memberi rasa aman bagi masyarakat terdampak. Pendekatan tersebut dinilai mampu membangun kepercayaan publik sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana.
“Penanganan bencana membutuhkan kerja bersama. Dukungan semua pihak sangat penting agar proses pemulihan berjalan optimal,” ujar Mustafa.
Ia berharap pola kerja yang diterapkan di Kabupaten Bireuen dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Aceh dalam menghadapi situasi darurat bencana.
Redaksi : Ipul pedank laut

Tidak ada komentar:
Posting Komentar