• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (554) Hukum (88) Internasional (191) Kampus (58) Lifestyle (16) Nasional (353) Politik (74)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Menko Pangan Tinjau Kerusakan Parah Budidaya Perikanan Pascabanjir di Jangka, Bireuen

    09 Januari 2026, 11:50 WIB Last Updated 2026-01-09T04:50:57Z

     

    Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan (tengah), berdialog dengan pembudidaya dan jajaran pemerintah daerah saat meninjau tambak perikanan yang terdampak banjir hidrometeorologi di Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Jumat (9/1/2026).

    Elitnesia.id|Bireuen, — Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, meninjau langsung kerusakan sentra budidaya perikanan akibat banjir hidrometeorologi di Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Jumat (9/1/2026).



    Dalam kunjungan tersebut, Zulkifli Hasan didampingi jajaran Pemerintah Kabupaten Bireuen, antara lain Kepala Dinas Pangan, Kelautan, dan Perikanan Bireuen Ir. M. Jafar, MM, unsur muspika setempat, serta aparatur gampong. Ia melihat langsung kondisi tambak udang dan kolam ikan air tawar milik warga yang mengalami kerusakan berat.



    Sejumlah tambak tampak tertimbun lumpur, tanggul jebol, serta kualitas air yang tidak lagi layak untuk budidaya. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas perikanan terhenti dan hasil panen warga hilang terbawa arus banjir.



    Dalam dialog dengan para pembudidaya, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa sektor perikanan budidaya memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, pemulihan pascabanjir perlu dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.



    “Pemerintah pusat akan mendorong langkah-langkah percepatan dan sinergi lintas sektor untuk memulihkan tambak dan kolam budidaya, agar masyarakat bisa segera bangkit kembali,” kata Zulkifli Hasan.



    Ia menyebutkan, pemerintah akan mengkaji berbagai bentuk dukungan, mulai dari bantuan sarana produksi, perbaikan tanggul dan infrastruktur tambak, penyediaan benih dan pakan, hingga penguatan program ketahanan pangan berbasis masyarakat.



    Sementara itu, Camat Jangka, Muliyadi, meminta perhatian khusus pemerintah terhadap kerusakan kawasan pesisir yang membentuk muara baru dan mengancam keberlangsungan tambak warga. “Kami berharap segera ada pembangunan tanggul agar kerusakan tidak semakin meluas,” ujarnya.



    Keuchik Alue Kuta, Habibullah, mengatakan banjir telah membuat sebagian besar warga kehilangan mata pencaharian selama hampir dua bulan terakhir. “Selama ini warga masih bertahan dengan bantuan sembako, tetapi yang kami butuhkan adalah solusi agar bisa kembali bekerja dan berproduksi,” katanya.



    Kunjungan Menko Pangan tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi solusi konkret pemulihan sektor perikanan budidaya di Kecamatan Jangka, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah maupun nasional.


    Sumber : Amat Asah Parang 

    Redaksi/editor : Ipul pedank laut 

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini