• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (556) Hukum (88) Internasional (191) Kampus (58) Lifestyle (16) Nasional (355) Politik (74)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    KPM UIA 2026 Fokuskan Pendampingan Warga Terdampak Banjir di Aceh Utara dan Bireuen

    07 Februari 2026, 13:18 WIB Last Updated 2026-02-07T06:18:58Z

     


    Elitnesia.id|Bireuen, – Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Islam Aceh (UIA) resmi menerjunkan 160 mahasiswa untuk melaksanakan program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) bertajuk “UIA Seumeugleh”.


    Program yang berlangsung selama dua bulan ini difokuskan pada pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah titik di Aceh. Hal ini disampaikan Ketua LPM UIA Dr (c) Malik Adharsyah Lc MA, Kamis, 5 Februari 2026 dalam pelepasan secara simbolis di halaman masjid An Nabawy UIA Kampus Paya Lipah.


    Malik menyatakan bahwa para mahasiswa akan tersebar di beberapa lokasi strategis, meliputi Kecamatan Simpang Mamplam, Kecamatan Peusangan, Kecamatan Jangka, serta sejumlah wilayah di Aceh Utara. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung mulai 5 Februari hingga 5 April 2026.


    “KPM kali ini kita angkat tema ‘UIA Seumeugleh’ diambil sebagai bentuk komitmen kampus dalam aksi nyata pembersihan dan pemulihan lingkungan. Fokus utama kami kali ini adalah membantu masyarakat bangkit pascabencana banjir dan longsor yang sempat melumpuhkan aktivitas warga,” ujar Malik dalam sambutannya yang turut didampingi oleh Warek I Akademik Dr Dhiauddin MPd serta para supersivor.


    Dalam pelaksanaan KPM ini sebut Malik, mahasiswa tidak hanya ditargetkan pada pemulihan infrastruktur skala kecil atau pembersihan fasilitas umum, tetapi juga pada aspek pendampingan masyarakat. Hal ini mencakup pendampingan psikososial, bantuan administrasi di tingkat desa, hingga penguatan literasi mitigasi bencana bagi warga setempat.


    Malik menambahkan bahwa pemilihan lokasi di Simpang Mamplam, Peusangan, Jangka, dan Aceh Utara didasarkan pada tingkat dampak bencana yang cukup signifikan di wilayah tersebut. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi jembatan antara kebutuhan masyarakat dengan solusi akademik yang dapat diterapkan langsung di lapangan.


    “Kami ingin mahasiswa hadir sebagai pemberi solusi, bukan sekadar penonton. Pendampingan ini merupakan bentuk implementasi Tridharma Perguruan Tinggi yang menyentuh langsung aspek kemanusiaan,” pungkasnya.


    Program KPM “UIA Seumeugleh” ini diharapkan dapat mempercepat proses normalisasi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak sebelum masa pengabdian berakhir pada April mendatang.

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini