Elitnesia.id|Banda Aceh, — Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Bireuen Banda Aceh (PB HIMABIR), Jamalul, menyampaikan sejumlah gagasan strategis dan rekomendasi kebijakan dalam kegiatan Roadshow Pemuda Aceh 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh bersama Forum Paguyuban Mahasiswa dan Pemuda Aceh (FPMPA), Rabu (20/5/2026).
Dalam forum yang mempertemukan berbagai elemen pemuda Aceh tersebut, Jamalul hadir bersama delegasi PB HIMABIR dan menyoroti sejumlah persoalan strategis daerah, mulai dari penguatan penanganan pasca banjir yang berkelanjutan, pembangunan infrastruktur vital, hingga penguatan sektor pendidikan dan beasiswa bagi pelajar serta mahasiswa Aceh.
Menurut Jamalul, pemuda tidak boleh hanya ditempatkan sebagai pelengkap forum seremonial, melainkan perlu diberi ruang yang nyata dalam proses pembangunan dan perumusan kebijakan daerah.
“Sejak dahulu, dalam setiap lembar sejarah lokal, nasional bahkan dunia, pemuda selalu memiliki andil besar dalam melahirkan perubahan dan kemajuan. Semangat itu masih hidup sampai hari ini dalam diri kami. Karena itu, gagasan dan masukan yang disampaikan pemuda jangan hanya berhenti sebagai rekomendasi simbolik, tetapi harus benar-benar dipertimbangkan dan diimplementasikan dalam kebijakan pemerintah,” ujar Jamalul.
Dalam penyampaiannya, Jamalul turut menyoroti pembangunan Jembatan Kutablang di Kabupaten Bireuen yang hingga kini dinilai masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah pusat.
Ia menegaskan bahwa jembatan tersebut merupakan jalur vital lintas provinsi yang memiliki dampak besar terhadap mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi Aceh.
Menurutnya, karena pembangunan jembatan tersebut berada dalam kewenangan pemerintah pusat melalui sektor pekerjaan umum, maka perhatian dan percepatan penyelesaiannya perlu menjadi prioritas.
“Jembatan Kutablang bukan sekadar infrastruktur penghubung biasa. Keberadaannya sangat penting bagi aktivitas masyarakat dan perputaran ekonomi lintas wilayah. Karena itu, pemerintah pusat melalui sektor terkait diharapkan benar-benar memberi perhatian khusus agar proses pembangunan dapat segera direalisasikan secara maksimal,” katanya.
Selain persoalan infrastruktur, Jamalul juga menyoroti banjir yang terus berulang di sejumlah wilayah Aceh akibat pendangkalan sungai dan lemahnya tata kelola lingkungan.
Ia merekomendasikan agar pemerintah melakukan pengerukan sungai-sungai rawan banjir secara berkala serta memperkuat pengelolaan daerah aliran sungai guna meminimalisasi risiko banjir yang terus berulang setiap tahun.
Menurutnya, penanganan pasca banjir tidak cukup hanya berfokus pada respons darurat, tetapi juga harus diarahkan pada langkah pencegahan dan pemulihan jangka panjang.
Jamalul turut menyinggung kondisi sawah masyarakat yang hingga kini masih tertimbun lumpur pasca banjir dan mulai mengeras sehingga sulit kembali difungsikan secara normal.
Ia berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi konkret untuk membantu masyarakat, khususnya para petani, agar lahan pertanian mereka dapat kembali produktif dan aktivitas ekonomi warga segera pulih.
Di sektor pendidikan, Jamalul menilai penguatan investasi sumber daya manusia menjadi langkah penting bagi masa depan Aceh. Karena itu, ia mendorong agar alokasi dana pendidikan dan program beasiswa diperbesar serta dikelola secara lebih serius, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Ia juga meminta agar akses beasiswa diperluas, baik bagi pelajar kurang mampu, mahasiswa berprestasi, maupun program pendidikan luar negeri untuk putra-putri Aceh.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang daerah. Anak-anak Aceh yang hari ini belajar dengan dukungan beasiswa diharapkan kelak kembali membawa ilmu, pengalaman, dan pengabdiannya untuk kemajuan Aceh,” ujarnya.
Jamalul menambahkan bahwa pemuda Aceh hari ini tidak kekurangan gagasan maupun semangat kontribusi. Namun, menurutnya, diperlukan keberanian dan keseriusan semua pihak untuk membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi generasi muda dalam pembangunan daerah.
Kegiatan Roadshow Pemuda Aceh 2026 tersebut menjadi ruang dialog dan penyampaian aspirasi lintas organisasi kepemudaan dalam mendorong keterlibatan aktif pemuda terhadap pembangunan daerah dan arah kebijakan publik di Aceh.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar