• Jelajahi

    Aplikasi (1) Artis (3) Covid 19 (1) Daerah (550) Hukum (78) Internasional (185) Kampus (57) Lifestyle (16) Nasional (269) Politik (60)
    Copyright © elitnesia.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    IKLAN UTAMA

    Iklan

    Iklan

    Haji Uma Pantau Kenaikan Harga Bahan Pokok di Gayo Lues

    Kamis, 28 April 2022, April 28, 2022 WIB Last Updated 2022-04-28T09:12:10Z

     



    elitnesia.com| Gayo Lues - Anggota DPD RI asal Aceh H Sudirman yang akrap disapa Haji Uma bersama stafnya melakukan kunjungan kerja dan pemantauan terhadap kenaikan harga bahan pokok di Pasar Gayo Lues. Rabu (27/04/2022). 


    Kunjungan Haji Uma dalam rangka pengawasan atas pelaksanaan Undang-undang Nomor 3 Tahun 2004 tentang perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1999 yang berfokus pada pengawasan terhadap Inflasi di Daerah. 


    Ia juga menjelaskan bahwa dalam kunjungan ini pihaknya menindak lanjuti rapat kerja dengan Bank Indonesia (BI) Pusat dan Propinsi Aceh bahwa aceh mengalami Inflasi sekitar 2,24 persen di triwulan pertama. 


    "Kita udah turun langsung kebeberapa kabupaten dan mengecek secara langsung ke pasar dan hasilnya untuk sembako di Gayo Lues mengalami kenaikan sekitar 20 persen di pasaran," kata Haji Uma. 


    Haji Uma juga tadi sempat mengadakan rapat dengan Bapeda, Koperasi dan pedagang pasar di Gayo lues. 


    Haji uma mengatakan adapun komoditi yang mengalami kenaikan seperti Bawang merah sebelumnya 20 ribu per kilogram menjadi 25 ribu rupiah, cabe merah dari harga 25 ribu menjadi 30 ribu perkilogran. 




    Beras juga mengalami kenaikan 300 rupiah perkilogram dan yang sangat terasa minyak goreng 40 ribu per 2 liter ini masih di atas harga Het yang di tentukan pemerintah 14 ribu perkilogram dan untuk daging lumayan stabil menjelang hari raya masih dikisaran 150 ribu perkilo gram. 


    Oleh karena itu Haji Uma juga menghimbau pemerintah untuk tetap waspada menghadapi inflasi. 


    "Apa lagi ini sudah mendekati lebaran agar tidak ada yang mempermainkan harga dan penimbunan barang, karena secara ekonomi masyarakat belum mengalami indeks penambahan pendapatan," harap Haji Uma. (*)

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini