Elitnesia.id|Bireuen, — Pascabanjir hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bireuen, Polres Bireuen menunjukkan kepedulian melalui aksi nyata. Ratusan personel dikerahkan untuk membersihkan fasilitas pendidikan yang terdampak, termasuk Dayah Nurul Hidayah di Gampong Pulo Nga, Kecamatan Kutablang.
Pada Senin (19/1/2026), personel Polres Bireuen dari berbagai polsek diterjunkan ke dayah tersebut untuk membersihkan endapan lumpur yang menutup hampir seluruh area. Dayah sebagai pusat pendidikan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk akhlak generasi muda, sehingga pemulihan lingkungan belajar menjadi prioritas.
Di lokasi, para personel tampak membersihkan lumpur tebal menggunakan sekop, cangkul, dan gerobak dorong. Mereka bekerja secara gotong royong membersihkan ruang belajar, asrama santri, musalla, hingga fasilitas pendukung lainnya.
Kegiatan ini dipimpin Ketua Tim Lapangan, Kasat Lantas Polres Bireuen AKP Aditiya Hadmanto. Ia mengatakan, pembersihan dayah dilakukan agar aktivitas pendidikan dapat segera kembali berjalan normal.
“Lingkungan yang bersih akan mendukung proses belajar yang lebih baik bagi para santri,” ujarnya.
Pimpinan Dayah Nurul Hidayah, Tgk Akmal, M.Ag., menjelaskan bahwa banjir merendam kawasan dayah hingga setinggi sekitar 1,5 meter dan meninggalkan endapan lumpur hampir satu meter. Seluruh fasilitas, termasuk Alquran, kitab, buku pelajaran, kamar santri, balai pengajian, dapur umum, toilet, dan tempat wudhu terdampak.
Dayah yang berjarak sekitar 60 meter dari Sungai Peusangan itu kerap terdampak banjir. Penyempitan sungai akibat erosi yang kini tersisa sekitar 10 meter dinilai memperparah kondisi saat hujan deras.
Saat ini, Dayah Nurul Hidayah telah bekerja sama dengan Kementerian Agama dan berstatus terakreditasi C. Sebanyak 60 santri dari berbagai daerah, seperti Pidie dan Langsa, menimba ilmu di lembaga tersebut.
“Atas nama keluarga besar dayah, kami mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Bireuen dan seluruh jajaran. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ujar Tgk Akmal yang didampingi Sekretaris Desa Pulo Nga, Efendi.
Ia menambahkan, sejak banjir surut, pihak dayah bersama relawan dan masyarakat telah berupaya membersihkan lumpur secara bertahap, bahkan menyewa alat berat. Namun keterbatasan biaya dan tenaga membuat proses pemulihan berjalan lambat.
Kehadiran Polres Bireuen, menurutnya, menjadi penguat ikhtiar bersama dalam memulihkan lingkungan pendidikan, sekaligus mempercepat kembalinya aktivitas belajar para santri.
Aksi sosial ini menjadi bagian dari upaya bersama menjaga keberlangsungan pendidikan dan memperkuat solidaritas di tengah masyarakat pascabencana.
Sumber : Amat Asah Parang
Redaksi/editor : Ipul pedank laut

Tidak ada komentar:
Posting Komentar